Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Kasih Ayah Sepanjang Masa

Kasih Ayah Sepanjang Masa

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (gohlikim.com)
Ilustrasi. (gohlikim.com)

dakwatuna.com – Ada sebuah lagu yang bertemakan kasih ibu sepanjang masa. Memang benar pastinya, tapi bagaimana dengan ayah? Apakah kasihnya tidak sepanjang masa? Atau kasihnya ada batasnya? Ayah maupun ibu memiliki kasih tak terhingga. Tidak ada yang melebihi kasih sayangnya kepada anak-anaknya. Kebahagian anak-anaknya adalah nomer satu dalam hidupnya. Mereka akan merasa sedih apabila anak-anaknya tidak bahagia.

Tapi entah kenapa masih banyak anak yang tidak bisa menghargai kedua orang tuanya. Mereka hanya meminta lebih tanpa memikirkan perasaan kedua orangtuanya. Kadang kita lupa betapa pentingnya peran orang tua dalam hidup kita. Banyak pengorbanan-pengorbanan yang telah meraka lakukan kepada kita sebagai anak. Suka maupun duka mereka hadapi untuk menjaga agar kita tetap terjaga dan merasa senang.

Malam jadi pagi, pagi menjadi malam. Bahkan kaki jadi kepala, kepala menjadi kaki. Tengah malam pun ia berangkat setiap hari untuk mencari rezeki untuk keluarganya. Terbayang, betapa kuatnya bagaikan super hero. Bukan super hero yang menuntaskan kejahatan, tapi ia menuntaskan permasalahan yang ada di keluarga kecil kami. Tak pernah ku lihat ucapan kata yang terlintas di mulutnya kalau ia lelah. Tapi aku tahu, terlihat jelas dari raut wajahnya dan mata yang sayu karena mengantuk. Tetapi ia selalu menutupi dengan senyuman. Agar ia tidak ingin dilihat anak-anaknya kalau ia sedang lelah.

Bukan hanya sebagai imam dan kepala rumah tangga, tapi ayah merupakan sosok inspirasi bagi anak-anaknya dan menjadi panutan. Ia bisa mengubah dirinya menjadi siapapun. Baik itu guru, teman, ibu atau bahkan bisa menjadi rival. Banyak peran yang ia gunakan untuk mendidik anak-anaknya. Aku masih ingat ketika itu, sehabis pulang kerja aku ingin minta diajarkan berenang olehnya. Padahal aku tahu ia baru saja pulang dari kerja dan terlihat lelah sekali. Tetapi dengan kasih sayangnya yang besar, untuk membahagiakan anaknya, ia rela membagi waktu istirahatnya demi mengajarkan anaknya untuk belajar berenang.

Kasih sayang untuk anaknya tidak akan pernah pudar. Kerja keras untuk keluarganya tidak akan ada yang menandinginya. Rasa lelahnya tidak pernah muncul untuk keluarganya. Saat menatapnya, kini raut wajahnya sudah tidak kencang seperti dulu. Rambut putih mulai muncul di bagian kepalanya. Sudah hampir beranjak kepala lima umurnya. Sudah saatnya ia tidak terlalu keras dalam bekerja. Yang bisa aku lakukan sekarang ialah berdoa. Berdoa kepada Tuhan di setiap sholatku dan terselip nama ayah dan ibu agar mereka selalu sehat dan panjang umur. Kelak melihat anak-anak didikannya menjadi orang yang berguna dan membahagiakan mereka. (dakwatuna.com/hdn)

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Bisa dipanggil Charisma atau Shendy. Anak pertama dari dua bersaudara. Mahasiswa Politeknik Negri Jakarta jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan.

Lihat Juga

Doa Terbaik untuk Ayahanda Harvino, Co-pilot Pesawat Lion Air dan Ayah bagi 10 Anak Yatim

Organization