Home / Berita / Nasional / Menristek Minta Kemenkes Lakukan Pendampingan, Bukan Menutup Klinik Dr Warsito

Menristek Minta Kemenkes Lakukan Pendampingan, Bukan Menutup Klinik Dr Warsito

Menristekdikti saat mengunjungi laboratorium Dr Warsito (Foto: M Reza Sulaiman/detikcom)
Menristekdikti saat mengunjungi laboratorium Dr Warsito (Foto: M Reza Sulaiman/detikcom)

dawatuna.com – Jakarta.  Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek) Muhammad Nasir mengunjungi Klinik Riset Kanker milik Dr Warsito Purwo Taruno, di Jalan Jalur Sutera, Ruko Kavling Spektra Blok 23 BC No 10-12, Alam Sutera, Kota Tangerang, Senin (7/12/15).

Kunjungan tersebut terkait adanya rencana Kementerian Kesehatan menutup klinik tersebut lantaran klinik dan alat pembasmi kanker buatannya dinilai menyalahi aturan.

Dalam kunjungannya, Nasir melihat berbagai teknologi pengobatan kanker yang dikembangkan Dr Warsito seperti ruang elektronik, high performance komputer atau super komputer, alat pembasmi kanker Electro-Capacitive Cancer Therapy (ECCT) berupa rompi. Bahkan nasir mejajal brain scanner Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) berupa helm.

Dari hasil kunjungan tersebut, M Nasir meminta Kemenkes untuk melakukan pendampingan terhadap riset alat pembasmi kanker Dr Warsito untuk skill up bukan malah menutup klinik tersebut.

“Kita harus mendukung teknologi anak Indoneska. Kalau kita lihat, alat Dr Warsito ini teknologi levelnya sudah dalam dalam tahap komersialisasi sehingga harus dilakukan skill up atau dilihat dari aspek kemanfaatkan dalam dunia kesehatan. Karena itu Kemenkes melakukan pendampingan,” jelasnya, sebagaimana dilansir  tangerangnews.com, Selasa (8/12/15)

Menurut Nasir, inovasi ini harus diapresiasi, jangan sampai produk yang dihasilkan anak bangsa ini dimanfaatkan negara lain. Karena itu justru harus difasilitasi supaya manfaatnya juga dirasakan masyarakat Indonesia.

“Kita akan kawal terus dan membicarakan dengan Kementerian Kesehatan supaya riset ini berjalan terus sehingga inovasi ini menjadi yang terbaik,” pungkasnya.

Sementara itu, Dr Warsito mengatakan bahwa sangat disayangkan kliniknya ditutup dan ilmu pengetahuannya tidak dikembangkan secara luas oleh pemerintah. Padahal, pihak luar negeri sudah ada yang menawarkan kerja sama.

“Kalau klinik ditutup, tentu kita shock. Tetapi kalau ini terjadi, di luar teknologi ini akan berkembang cepat,” jelasnya.

Dia berharap adanya kerjasama dengan Kemenkes dan kalangan medis untuk mengembangkan teknologi tersebut. Pasalnya selama ini komunikasi mereka dengan pihaknya belum berjalan dengan baik.

“Kita ingin agar didampingi bersama dan berharap bisa dijembatani. Kalau ini terjadi akan sangat luar biasa untuk kemanusiaan,” jelasnya.

Kemenkes Hentikan Riset Dr Warsito

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal, Kementerian Kesehatan (Sekjen Kemenkes), Untung Suseno Sutarjo mengatakan, pemberhentian izin riset Warsito Purwo Taruno telah dikaji mendalam oleh Kemenkes. Selama ini, kata dia, pihaknya berusaha mengundang ke Kemenkes untuk meminta penjelasan dan konfirmasi ihwal temuan Warsito.

“Kita sudah undang beliau berkali-kali untuk membicarakan risetnya, tapi dia tidak pernah datang,” ujar Untung, dikutip dari republika.co.id, Selasa (8/12/15).

Karena penolakan undangan itu, pihaknya pun menilai penelitian Warsito tidak benar. Sebelumnya, pengembangan riset yang dilakukan Warsito Purwo Taruno selama ini harus dihentikan oleh pemerintah melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Balitbang Kemenkes). Menurut Warsito, pencabutan izin ini dilakukan karena temuannya dianggap tidak berbasis ilmiah.

Penghentian ini tertera dalam surat Kementerian Kesehatan dengan nomor HK.06.01/IV/2444/2015 yang ditandatangani oleh Sekjen Kemenkes pada 20 November 2015. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Komunitas Muslim Jerman Minta Aparat Jaga Seluruh Masjid

Organization