Topic
Home / Berita / Nasional / DPR: Permasalahan Penyelenggaran Haji Jangan Sampai Ganggu Konsentrasi Jamaah

DPR: Permasalahan Penyelenggaran Haji Jangan Sampai Ganggu Konsentrasi Jamaah

Jamaah Haji Indonesia
Jamaah Haji Indonesia (inet). (metrotvnews.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Ledia Hanifa Amalia berharap berbagai permasalahan yang terjadi selama penyelenggaraan haji 2015 tidak mengganggu konsentrasi ibadah jamaah, baik ketika di tanah air maupun di tanah suci. Demikian disampaikan Ledia usai Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) tentang penyelenggaran haji dan umrah bersama Anggito Abimanyu di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, dalam siaran pernya kepada dakwatuna.com, Sabtu (29/8).

“Antisipasi Kementerian Agama terhadap masalah-masalah yang kini muncul selama penyelenggaran ibadah haji minim. Semoga tidak mengganggu konsentrasi ibadah jamaah haji,” kata Ledia.

Hingga saat ini belum ada penyelesaian yang tuntas terkait keterlambatan visa haji. Masih ada 1.997 visa haji yang tersisa dan masih terus diselesaikan.

Permasalahan penyelenggaraan haji juga berlanjut di tanah suci. Di Madinah, dilaporkan jamaah haji asal Solo tidak mendapatkan makan. “Seharusnya makan siang dan malam diberikan langsung ke jamaah, sarapan diberikan dalam bentuk breakfast kit,” ujar Ledia.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat I yang meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi ini juga berpesan agar jamaah haji menjaga kesehatan. Menurutnya, sudah ada laporan dari Saudi bahwa korban jiwa sudah jatuh akibat MERS. “Jaga kesehatan, cuaca sangat berbeda dengan di Indonesia. Semoga jamaah tenang menjalankan ibadah dan pulang menjadi haji yang mabrur,” pungkas Ledia. (abr/dakwatuna)

Redaktur: Abdul Rohim

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Seorang suami dan ayah

Lihat Juga

Doa dan Munajat untuk Keselamatan Dalam Menghadapi Pandemi COVID-19

Figure
Organization