Home / Berita / Internasional / Asia / Mushaf Al-Quran Sulaman Ini Ditawar Bashar Asad 68 Miliar, Penyulamnya: Lebih Baik Diberikan Untuk Turki

Mushaf Al-Quran Sulaman Ini Ditawar Bashar Asad 68 Miliar, Penyulamnya: Lebih Baik Diberikan Untuk Turki

Muhsaf sulaman karya seniman Suriah. (albawaba.com)
Muhsaf sulaman karya seniman Suriah. (albawaba.com)

dakwatuna.com – Ankara. Seorang warga Suriah menulis seluruh mushaf Al-Quran dengan cara menyulamnya. Saat ditawar Bashar Asad dengan harga yang fantastis, penyulamnya menolak dan lebih memilih diberikan untuk Turki.

Muhammad Maher Al-Khadhari, seniman yang berhasil menyulam mushaf Al-Quran selama 12 tahun ini menolak tawaran penguasa Suriah, Bashar Asad, membelinya dengan harga sekitar USD 5 juta (IDR 68 miliar).

Al-Khadhari mulai menyulam mushaf inipada tahun 2000, dan selesai pada tahun 2012 ini. Panjangnya 80 cm, dan lebarnya 60 cm. Mushaf ini terdiri dari 12 jilid tebal.

Seperti dilansir Turkey Press, Senin (16/11/2015) kemarin, Al-Khadhari mengatakan, “Dalam sebuah pameran muhsaf ini di Suriah, aku bertemu dengan Presiden Abdullah Gul yang hadir bersama Presiden Bashar Asad. Saat itu, Asad menawarkan harga sekitar USD 5 juta untuk memiliki mushaf. Tapi saat itu aku belum menyelesaikan sulaman seluruh ayatnya.”

Al-Khadhari melanjutkan, “Ketika sulaman selesai, Suriah sudah mengalami perang. Saat itu Asad masih ingin membelinya. Dia mengutus orang untuk meminta, tapi aku tolak. Aku tidak mau menjual karya ini untuk orang yang membunuhi dan menyengsarakan rakyatnya. Walaupun harga yang ditawarnya sangat besar.”

Menurut Al-Khadhari, dirinya berharap Turki mau menerima dan menyimpan karyanya ini. “Turki adalah negara yang memberikan perhatian besar kepada karya-karya seni Islam. Turki sangat menghargai karya dan usaha kita. Turki adalah tempat yang aman untuk karyaku. Aku tidak mau karyaku menjadi objek bisnis.” (msa/dakwatuna)

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Qatar: Negara Kami Jauh Lebih Kuat meski Diboikot

Organization