Home / Berita / Internasional / Asia / Presiden Iran Tolak Jamuan di Perancis Karena Ada Minuman Keras, Pengamat: Darah Manusia Saja Doyan

Presiden Iran Tolak Jamuan di Perancis Karena Ada Minuman Keras, Pengamat: Darah Manusia Saja Doyan

Hassan Rouhani (sahafa)
Hassan Rouhani (sahafa)

dakwatuna.com – Teheran. Jurnalis Aljazair, Anwar Malek, mengritik presiden Iran, Hassan Rouhani, yang menolak jamuan makan di Perancis, karena ada makanan dan minuman yang haram. Padahal orang yang sama telah menghalalkan darah umat Islam di Suriah, Irak, Yaman, Libanon dan lainnya.

Melalui akun twitternya, @anwarmalek, Selasa (10/11/2015) kemarin, Malek mengatakan, “Rouhani telah minum darah orang-orang Arab dan Muslimin di Suriah, Irak, Yaman, dan Libanon. Kemudian membuat pencitraan dengan menolak jamuan makan di Perancis. Ini hanya untuk menarik simpati orang awam saja.”

Perancis terpaksan membatalkan acara jamuan makan yang sedianya akan dilaksanakan di istana Élysée, pertengahan bulan November ini.

Alasannya adalah bahwa Rouhani bersikeras untuk dihidangkannya hanya makanan halal dan tanpa ada minuman spriritual (minuman keras). Permintaan ini tentu bertentangan dengan tradisi yang sudah lama tertanam di Perancis.

Seperti diberitakan berbagai media Perancis, Rouhani memaksa agar seluruh makanan yang dihidangkan dalam acara jamuan itu menggunakan tradisi Islam (halal). Rouhani juga meminta tidak dihidangkannya minuman beralkohol.

Hal ini membuat presiden François Hollande terpaksan membatalkan acara sebagai penghormatan terhadap tradisi Republik Perancis. (msa/dakwatuna)

Sumber: Islammemo

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Erdogan: Jangan Tutup-tutupi Fakta Pembunuhan Khashoggi