Home / Berita / Internasional / Asia / Syaikh Salman Al-Ouda: Sedih, Ada Muslim Berhati Zionis

Syaikh Salman Al-Ouda: Sedih, Ada Muslim Berhati Zionis

Salman Al-Ouda. (rassd)
Salman Al-Ouda. (rassd)

dakwatuna.com – Doha. Wakil sekjen persatuan ulama Muslim sedunia (IUMS), Syaikh Salman Al-Ouda, mengapresiasi perjuangan para pemuda Palestina yang bangkit melawan kejahatan penjajah Israel di Masjidil Aqsha. Syaikh Al-Ouda juga mengecam sikap diamnya beberapa negara Arab.

Dalam khutbah Jumatnya di Masjid Al-Madinah At-Ta’limiyah, Doha, Qatar, Jumat (23/10/2015) kemarin, Syaikh Al-Ouda mengatakan, “Rakyat Palestina tidak boleh merasa rugi walaupun tanahnya dirampas, diusir dari rumahnya, saudaranya dibunuh, atau keluarganya dipenjara dan dipisahkan. Umat Islam kadang sakit, tapi tidak pernah akan mati. Keberanian para pemuda Palestina akan menjadi akhir kelemahan dan awal kekuatan umat.”

Syaikh Al-Ouda juga mengulang sejarah perjuangan rakyat Palestina, “Jalan pembebasan Masjidil Aqsha dimulai oleh seorang tua renta dan cacat. Dia menghadapi mesin pembunuh Israel yang sangat kejam. Jalan perjuangan juga dimulai oleh jawaban seorang anak kecil yang berkata kepada tentara penjajah Israel ‘Ini adalah tanahku, aku yang memilikinya bukan kalian. Kalian harus kembali ke negara-negara asal kalian.’”

Syaikh Al-Ouda menekankan kewajiban seluruh umat Islam untuk mendukung perjuangan Palestina, walaupun hanya dengan menyuarakannya. Karena ternyata masih ada suara-suara yang menggembosi perjuangan mereka.

“Sangat disayangkan. Ada orang-orang satu bangsa, bahkan mereka juga berbahasa Arab. Tapi hati mereka hati orang asing. Perasaan mereka perasaan Zionis. Mereka lebih mendukung penjajah. Jika mereka punya senjata, senjatanya untuk membantu penjajah melawan saudara mereka sendiri yang sangat lemah,” demikian Syaikh Al-Ouda mengungkapkan perasaannya. (msa/dakwatuna)

Sumber: IUMS

 

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Referendum Mesir, Cara As-Sisi Untuk Berkuasa Hingga 2030

Organization