Home / Arsip Kata Kunci: cinta

Arsip Kata Kunci: cinta

Ketika Ada Fitrah Dalam Organisasi Dakwah

Ilustrasi. (Ulfa Wardani)

Rasa cinta sesama aktivis dakwah juga bisa muncul karena seringnya berinteraksi di antara mereka, awalnya mungkin berinteraksi untuk kepentingan organisasi tapi lama-lama muncullah baper di antara mereka. Meskipun interaksi antara aktivis ikhwan dan akhwat saat syuro dibatasi dengan hijab pembatas tapi tetap saja potensi munculnya rasa cinta itu tetap saja ada, kita tahu sendiri bagaimana setan juga bisa menjadi faktor munculnya rasa cinta itu, bisikan-bisikan itu mulai muncul di hati.

Baca selengkapnya »

Menyusuri Lika Liku Cinta (Bagian ke-2)

ilustrasi (tentangmaknakata.wordpress.com)

Pulang mengaji tak selalu aku kembali ke rumah, terkadang aku juga menemani nenek (ibu ayahku) di rumahnya yang besar dan seram menurutku. Nenek tinggal sendiri, dulunya sih beliau adalah wanita tangguh namun semenjak jatuh di sungai beliau mulai lumpuh tapi tetap masih mandiri. Di rumah nenek tidak ada listrik, meskipun semua tetangga beliau sudah punya berbagai rupa barang elektronik, di sini tetap suram. Hanya ada satu lampu minyak dari botol bekas M150, dan hanya akan menyala sebelum beliau mengantuk saja. Kalau ku pinta nenek untuk pake listrik jawaban beliau “itu dari lampu tetangga juga terang ke sini”. Oalah nenekku itu terlalu hemat atau terlalu pelit. Kalau ingin menonton televisi aku harus melanglang buana ke rumah tetangga, kecuali hari sabtu. Aku tidak diizinkan nenek untuk ke rumah tetangga dengan alasan warga pada pulang dari pasar, banyak makanan. Padahal aku kan juga gak akan minta, tapi ya sudahlah apapun kata nenek aku ikutin aja.

Baca selengkapnya »

Menyusuri Lika Liku Cinta (Bagian ke-1)

ilustrasi (tentangmaknakata.wordpress.com)

Ayahku adalah seorang petani sekaligus penjual kopi bubuk racikannya sendiri di kampung dan ibuku adalah salah seorang pelanggannya. Cerita bermula dari pelanggan yang seakan kena sihir cinta dari sang penjual kopi yang sejatinya adalah duda beranak empat. Entah apa yang terjadi hingga ibuku tak lagi bisa menghapus bayang-bayang si penjual kopi dari ingatannya. Sehari saja tak bersua maka siap-siap pusing mendera. Singkat cerita ibu pun meninggalkan kekasihnya yang hampir seusia untuk membina rumah tangga bersama sang penjual kopi. Meskipun tak sedikit keluarga yang menentang pernikahan itu tapi sihir cinta si penjual kopi itu ternyata jauh lebih kuat dari semuanya.

Baca selengkapnya »

Inikah Cintamu?

Ilustrasi (flickr.com/Nelo Esteves)

Engkau harus mencintai Rasulullah SAW, kalau memang engkau masih merasa berat, maka marilah coba secara perlahan untuk memanifestasikan rasa cintamu kepada Rasulullah SAW. Secara bertahap engkau harus mulai mencintai Rasulullah SAW, mencintai Beliau melebihi cinta pada sanak saudaramu, melebihi cinta pada ayah dan ibumu, bahkan melebihi cinta kepada dirimu sendiri. Ini memang tak mudah, maka engkau harus memulainya dengan pemahaman yang mendalam. Mencintai Rasulullah SAW juga harus membuatmu mengikuti dan mengerjakan sunnah nya, membuatmu menghablur segala cinta yang cenderung pada cinta dunia. Meneladani Rasulullah SAW adalah cinta terbaik yang saat ini harus engkau lakukan, aku tak hendak memaksamu, tetapi terkadang kebaikan juga harus dipaksakan perlakuannya. Ku ajak engkau secara bertahap saja, sebab percayalah cinta pada Rasul ini akan menghantarkanmu kepada kebaikan. Tak perlu risih bila orang-orang di sekitarmu merasa risih dengan perubahan pada dirimu, sebab tak sempurna iman hamba sampai ia di uji.

Baca selengkapnya »

Surat dari Seseorang yang Salah Meletakkan Cinta pada Sebuah Hati

Ilustrasi. (plus.google.com)

Aku terus membaca apa-apa yang kamu baca Bukan untuk menarik perhatianmu atau membuatmu berbalik kagum Tetapi, setidaknya saat semua usaha salahku ini tak berhasil dan saat aku benar-benar sadar betapa salahnya semua ini Aku masih punya buku-buku yang akan menggantikan kesedihanku dengan ilmu Aku akan tetap membaca banyak buku-buku kendati di saat itu rasa kehilangan akan tetap bertamu Maaf, aku lancang menyebutnya sebagai rasa kehilangan padahal sejatinya bahkan diri kita ini bukanlah milik kita sendiri

Baca selengkapnya »

Dari Masjid untuk Negeri Tercinta

Ilustrasi. (bangsaonline.com)

Kejayaan Masjid di masa lalu adalah salah satu bukti bahwa proses tersebut akan berulang lagi di zaman kita hidup sekarang. Bahwa Masjid bukan hanya sekadar tempat ibadah ritual semata, tetapi juga menjadi pusat peradaban, sehingga kegiatan produktif seperti diskusi-diskusi dan kajian-kajian akan semakin sering di lakukan untuk memakmurkan masjid. Di masa yang akan datang, takkan ada lagi orang tua yang memarahi secara berlebihan anak-anak yang bermain di dalam masjid, namun diarahkan dengan pengajaran yang baik, agar generasi muda penerus bangsa ini adalah para pemuda yang hatinya selalu terpaut di masjid.

Baca selengkapnya »

Rindu

Ilustrasi. (Foto: blogspot.com)

Jawablah wahai yang telah melewati sejarah, Inikah rasa para perantau yang sekolah? Seperti inikah rindu diterjemah? Mestikah kutersenyap tanpa risalah? Atau terlalu berlebih kubertingkah? Rasa lah Ibu, dengarlah Ayah Ananda rindu, benci terpisah Doakan selalu, niscaya kan tabah Bahagia kabarmu, cambukku betah...

Baca selengkapnya »