Home / Narasi Islam

Narasi Islam

Berisi artikel-artikel keislaman pada topik-topik tertentu seperti ekonomi, politik, sosial, dll.

Haruskah Indonesia Selalu Menerima Investasi Asing?

Indonesia mulai dibanjiri tenaga kerja asing, terutama dari Tiongkok (ilustrasi).  (sindonews.com)

Keuntungan lain dari dari peningkatan daya beli masyarakat yaitu perputaran angka lebih banyak terdapat di dalam negeri sehingga uang ini akan menambah pendapatan Negara dengan pajak. Kedua, meningkatkan pajak secara progresif terhadap barang mewah impor. Realitas yang ada saat ini pemerintah mengambil pajak barang mewah. Ketiga, konsep pembangunan yang berkesinambungan, berlanjut dan mengarah pada satu titik maksimalisasi kekuatan ekonomi nasional, melepaskan secara bertahap ketergantungan utang luar negeri. Keempat, menggalakan kebanggaan akan produksi dalam negeri, meningkatkan kemauan dan kemampuan ekspor produk unggulan dan membina jiwa kewirausahaan masyarakat.

Baca selengkapnya »

Riba dan Realita

Ilustrasi. (blogcheps.wordpress.com)

Solusi bank syariah, asuransi syariah, dana pensiun syariah dan lain sebagainya bisa terus disempurnakan dan diupayakan untuk menjadi solusi yang bener-bener syar’i; namun solusi syar’i yang paling luas aplikasinya dan sesuai tuntunan yang sesungguhnya adalah menggalakkan perdagangan atau jual beli dan sedekah. Di dalam Al-Quran, ‘lawan’ dari riba hanyalah jual beli dan sedekah; maka inilah yang seharusnya digalakkan di masyarakat dan diajarkan sejak anak-anak. Anak-anak lebih baik diajari berdagang dan bersedekah ketimbang diajari menabung.

Baca selengkapnya »

Stop Makan Mayat Saudaramu!

Ilustrasi Media Ghibah (doc. dakwatuna)

Siapa manusia yang tidak memiliki aib? Sudah pasti tidak ada. Untuk itu agar Allah menutup aib kita di dunia dan akhirat, kita harus pandai-pandai menutupi aib saudara sesama Muslim. Karena seseorang yang suka membuka aib seseorang pasti akan Allah sebarkan aibnya ke seluruh manusia. Siapa pun yang suka melakukan ghibah maka ia juga akan dighibahi oleh orang lain. Tidak ada manusia yang sempurna, kita juga memiliki aib dan kekuarangan.

Baca selengkapnya »

Romantisme Agama dan Semunya Rasionalitas

Ilustrasi. (tr.forwallpaper.com)

Sejatinya agama bukanlah sebuah konstetansi siapa benar, siapa salah. Tapi, soal rasa junjung akan kebenaran ilahiyat yang telah menjadi visi yang diemban para pengutus-Nya. Agama bukanlah masalah keromantisan ayat-ayat tentang surga dan hiruk-pikuk neraka yang dijadikan sabda politik kepentingan. Agama seharusnya menjadi visi semesta demi kesejahteraan masyarakat. Bukan seperti tafsiran syair Abu Nawas,” aku tak layak di surga-Mu, aku juga tak mampu menahan api neraka-Mu”. Olehnya itu, agama bukan dimaknai seperti memparafrasakan gurindam atau segala jenis karya seni. Agama itu diyakini dalam hati, dilisankan untuk disampaikan dan diamalkan sebagai buah kefahaman, itulah Iman sebagai pondasi keberagamaan. Laksana sayatan pedang di tengah perang, setajam pena dalam lembaran suhuf-suhuf.

Baca selengkapnya »

Agar Toleransi Tidak Salah Kaprah

Ilustrasi. (multnomahathleticfoundation.com)

Dengan demikian umat Islam harus bersikap tegas dalam bersikap sehingga umat agama lain memahaminya dan tidak menuduh Islam intoleran gara-gara melaksanakan syariat Islam. Malah umat non Islam yang intoleran jika menghalang-halangi umat Islam menerapkan perintah agamanya. Sehingga gerakan liberalisme yang mengatakan bahwa semua agama adalah benar, maka kemudian dilakukan dialog antar umat beragama untuk mencari titik kesamaannya maka jelaslah bahwa tindakan ini tidak dibenarkan karena secara aqidah, Islam sudah berbeda dengan agama lainnya dan hanya Islam yang benar.

Baca selengkapnya »

Kriteria Manusia Beruntung Menurut Al-Quran

llustrasi. (bestonlinequranlearning.com)

Beruntung lah mereka. Itulah selintas pikiran saya ketika melihat orang yang keluar dari rumah megah bertingkat, berpakaian rapih wah dan masuk mobil mewah. Hidup mereka serba cukup, semua keinginannya terpenuhi, anak-anaknya sekolah di luar negeri, setiap liburannya jalan-jalan jauh dari tempat domisilinya. Namun benarkah orang beruntung golongan mereka?

Baca selengkapnya »

Belajar dari Ibrahim AS

Ilustrasi. (inet)

Hari raya qurban bukan hanya tentang sesembelihan tetapi juga arti kehidupan. Dalam perjalanan hidup, kita akan dihadapkan pada banyak pilihan yang tidak menutup kemungkinan menuntut adanya pengorbanan. Merelakan apa yang dicinta, memaknai arti aatal maala ‘alaa hubbihi. Menerima dengan lapang dada, dan bersyukur sebanyak-banyaknya.

Baca selengkapnya »

Kelu Lidah di Lelantai Haramain

Ilustrasi. (Aki Awan)

Kadang hanya bertemu kelu lidah dan kesyahduan isak. Perlu sedikit mengatur nafas untuk dapat berucap jelas.. Rabbana, saksikan bahwa kami adalah jiwa-jiwa yang selalu rindu ke tanah suciMu, rizkikan kami Kau undang ke sana ya Rabb, izinkan kami mengunjunginya dengan sebaik baik kunjungan, dengan sebaik baik kehusyu’an, dengan sebaik baik keadaan..

Baca selengkapnya »

Khutbah Idul Adha 1437 H: Pemuda Pelanjut Reformasi

Ilustrasi (inet)

Pagi ini, Allah menguatkan peran masyarakat untuk menjadikan lingkungan tempat tinggalnya sebagai lingkungan layak pemuda, sebuah lingkungan yang layak dan membantu para pemuda mempercepat menemukan jati dirinya sebagai pemuda pelanjut reformasi, dikarenakan usia pemuda adalah usia penuh kekuatan di antara dua kelemahan, yakni usia bayi dan usia tua. Hal ini persis seperti firman Allah dalam Surat ar-Rum [30] ayat 54.

Baca selengkapnya »

Al-Hikam Ali ibn Abi Thalib

Cover buku "Al-Hikam Ali ibn Abi Thalib".

Juman Rofarif menerjemahkan dan menghimpun sekitar 154 hikmah yang dipilih dari sekitar 1380 hikmah dalam Nahj Al-Balaghah dan Syarah Nahj Al-Balaghah dan 6 hikmah tambahan dari buku Hikam Al-Imam ‘Ali Ibn Abi Thalib Radiyallahu ‘Anhu yang isinya beberapa memuat ajakan untuk mendewasakan sikap kita kepada Tuhan; beribadah kepada Allah karena keinginan-keinginan adalah ibadah-ibadah para pedagang. Beribadah kepada Allah karena ketakutan-ketakutan adalah ibadah para budak. Beribadah kepada Allah sebagai ungkapan syukur adalah ibadah orang merdeka (hlm. 41). Pernyataan ini terkesan menyindir sekaligus memberi pencerahan kepada kita tentang kelas-kelas ibadah. Tentu beda antara ibadah pedagang, budak, dan ibadah orang-orang merdeka.

Baca selengkapnya »