Home / Pemuda

Pemuda

Aku Terima Dia dan Dua Anaknya

Status?! Bagaimana dengan statusnya yang duda itu?! Bagaimana nanti pandangan masyarakat terhadapku? Huh! Menikah langsung sepaket dan dapat dua anak sekaligus?! Benar-benar di luar kendali dan pikiranku. Berhari-hari aku bimbang, memikirkan jawaban dan segala kemungkinan. Hingga aku tersungkur, tergugu dalam sujud-sujud istikharahku.

Baca selengkapnya »

Saya, Tersesat di Jalan yang Benar

Jadi ingat masa dulu, saya keukeuh buat sekolah ke negeri tapi nyata nya saya masuk pesantren. Dan dari sana lah perjuangan saya yang sesungguh nya. Saya bisa menemukan diri saya yang sesungguh nya. Meski dulu saya selalu buat kecewa orang tua, tapi saya selalu nitip pesan sama si amat untuk selalu saying sama orang tua dan jangan buat orang tua itu nangis karena kita. Benar, saya sangat sangat menyesal dulu telah mengikuti keinginan yang tanpa jelas arah dan tujuannya. Tanpa saya memperhatikan orang-orang di sekitar saya yang benar-benar mencintai dan selalu mensupport saya dari belakang. Mulai dari mamah, bapak, teteh dan semua pihak pesantren yang telah membuat saya mampu berkontribusi pada masyarakat. Memberikan sedikit ilmu yang saya dapat kan dan saya syiarkan di kalangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Baca selengkapnya »

Ketika Takdir Berkata

Bukan sekadar dilema yang menyayat hati, Bukan kegelisahan yang menguras kebatinan, Termangu di balik keesaan-Nya, Melintas di antara ruang-ruang sunyi, Silih melintang kerisauan nan mencekam, Perih, menyayat hati. Bukan semata aku pasrah dengan keadaan, Bukan semata aku hancur oleh nestapa, Kemurungan membakar seluruh sendi-sendi tulangku, Mendung durja bak awan tebal nan menari.

Baca selengkapnya »

Senja di Perantauan

Samar-samar namun semakin jelas terdengar Lantunan Dzikrullah mulai terucap dari lisan tak bertulang Kedua telapak tangan mulai menengadah menghadap langit Bait-bait doa yang dipanjatkan mulai melangit Lantunan Rabithah senja mulai menggeming di kedua telinga Lafadz-lafadz yang indah menenangkan hati

Baca selengkapnya »

Apakah Pak Jokowi Telah Berubah? Sebuah Telisik Dua Aksi Massa

Apakah Jokowi telah berubah? Dulu saat menjadi Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta Jokowi terkenal seantero Indonesia sebagai pemimpin yang gemar blusukan sehingga gampang ditemui rakyatnya. Sementara sekarang, saat rakyat dari seantero Indonesia rela menghabiskan uangnya untuk transportasi dan akomodasi ke Jakarta semata-mata ingin menyampaikan aspirasi langsung tanpa hijab, mengapa Presiden tak menemui rakyatnya? Seolah dalih kunjungan kerja atau rapat menjadi wajar untuk mengabaikan rakyat.

Baca selengkapnya »

Masih 411: Presiden Merakyat(?)

Amat sangat disayangkan pak presiden lebih memilih meninjau proyek kereta bandara dibandingkan menemui ratusan ribu rakyatnya yang berdiri menantikan pak presiden. Padahal presiden Indonesia yang katanya terlabel merakyat tetapi tidak mau menemui rakyat. Yang katanya sering blusukan menemui rakyat, giliran rakyat yang menemui Anda ternyata Anda malah gak ada.

Baca selengkapnya »