Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Ketajaman Visi

Ketajaman Visi

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
KKN CARE pasca khitanan massal. (Ridwan Akbar)
KKN CARE pasca khitanan massal. (Ridwan Akbar)

dakwatuna.com Teringat sewaktu menjalani KKN (Kuliah, Kerja, Nyata), sebagai prasyarat kelulusan kuliah. Bersama teman-teman satu kelompok, saat itu kami banyak mengadakan kegiatan sosial di desa binaan yang sudah ditentukan. Beruntungnya, teman sekelompok bebas memilih; dan tim yang terbentuk pada akhirnya berasal dari satu pergerakan. Lembaga Dakwah Kampus Syahid UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Keberuntungan dapat dirasakan; karena selama KKN berlangsung, kami masih bisa merasakan kehangatan ukhuwah, khusyuknya beribadah, hingga munculnya gelora berdakwah.

Sewaktu itu kami menamakan kelompok kami ‘KKN CARE’. Selain membuat nama, kami juga membuat lambang kelompok. Sehingga seorang kawan dari LK (Lembaga Kemanusiaan) ESQ berkomentar bahwa, kelompok kami sudah seperti sebuah lembaga resmi. Bukan sekadar kelompok KKN biasa. Dan sepertinya Allah mengijabah komentar ringan tersebut. Karena selama KKN berlangsung, KKN CARE termasuk kelompok yang ‘bersungguh-sungguh’ dalam bekerja. Di saat kelompok lain sudah melakukan pelesiran ke beberapa tempat wisata, kami baru bisa melakukan pada H-1 kepulangan.

Selama KKN, sulit kami menemukan hari tanpa kesibukan acara. Apalagi saat minggu terakhir pengabdian. Tapi dari pengalaman itu, kehangatan kelompok sangat terasa sekali. Kehangatan itu mungkin timbul karena kami berada dalam satu jamaah, satu pemikiran, dan berjuang untuk satu tujuan. Illahi rabbi.

Hal yang unik muncul ketika kami melaksanakan kegiatan khitanan massal. Saat itu kegiatan khitanan massal termasuk kegiatan pelayanan masyarakat yang paling sukses. Hal tersebut dapat terukur karena menyedot perhatian banyak warga, yang statusnya juga mengundang desa tetangga. Kolaborasi KKN CARE dengan sebuah lembaga kemanusiaan, ternyata membuahkan hasil yang signifikan. Hasilnya, masyarakat banyak yang mengucapkan rasa bahagianya atas pelaksanaan acara khitanan massal. Dan sepertinya memang, saat itu kebermanfaatan KKN CARE sedang berada pada puncaknya.

Pelaksanaan khitanan massal diadakan di SD 03 Paku Alam. Keunikan muncul ketika kami memasuki ruang kepala sekolah. Di ruang kepala sekolah, tertera visi sekolah secara gamblang yang bertuliskan, “Terbaik dalam pertandingan voli se-Paku Haji 2013”. Paku Haji merupakan nama kecamatan, tempat di mana desa binaan kami, desa Paku Alam berada. Saat kami membaca visi tersebut, banyak yang tergelak tawa. Apalagi visi sekolah yang tertulis, sudah tidak up to date lagi. Target juara voli se-kecamatan, tahun 2013. Padahal waktu itu sudah memasuki September 2014.

Di dalam proses organisasi, visi juga biasanya dicantumkan secara global. Adapun misi, menjadi perangkat bantuan untuk mencapai visi yang ditargetkan. Sehingga dalam skala waktu, visi memiliki rentang waktu yang lebih panjang. Sedangkan misi, selain memang jangka waktunya pendek; juga cenderung lebih mendetail. Itulah konsep keorganisasian pada umumnya. Tetapi SD 03 paku alam, memiliki cita rasa lain daripada yang lain..

Setelah acara khitanan missal usai, kami membahas lagi visi SD 03 dalam perjalanan makan siang. Dan ternyata, setelah ditelusuri lebih dalam; SD 03 Paku Alam memang benar-benar mencapai target yang mereka harapkan. SD 03 Paku Alam menjadi tim voli terbaik se-kecamatan Paku Haji. Subhanallah..

Dalam kepemimpinan surgawi, ternyata setiap pemimpin memang dituntut untuk pandai mengukur visi hidupnya. Bukan hanya mengukur pada jangka waktunya yang panjang, tetapi juga mengukur tingkat kerealistisannya. Walaupun visi SD 03 Paku Alam lebih cocok dikategorikan sebagai misi sekolah, terdengar lucu saat diceritakan, dan masih belum up to date. Tetapi kami dapat mengambil hikmah bahwa; semakin jelas arah tujuan yang akan dituju, semakin jelas kerja-kerja besar yang akan dilakukan. Dan juga, jika semakin konkret tujuan yang akan dituju, maka akan semakin besar pula kesadaran kita akan tingkat kemampuan. Ya, walaupun fenomena ini unik, tapi ketajaman visi kepala sekolah SD 03 Paku Alam sudah menjadi miniatur kecil kepemimpinan surgawi.

Mungkin sudah saatnya bagi setiap muslim di dunia, untuk menajamkan visi hidupnya; dengan menegaskan tekadnya, memetakan alur kehidupannya, dan memperjelas gelora tujuan hidupnya. Karena dengan hal itu, para pemimpin surgawi akan semakin mantap dalam melangkah. Semakin kecil ruang-ruang kekosongan hidup. Dan pada akhirnya; semua perjuangan yang ada tak terasa akan menjadi sebuah akumulasi amal yang ‘tertabung’ pada bank akhirat. Sehingga di alam akhirat sana, para pemimpin surgawi dapat menikmati saldo tabungan dalam jumlah besar, Insya Allah.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Ridwan Akbar
Mahasiswa Hubungan Internasional, FISIP UIN Jakarta.

Lihat Juga

Indahnya Hidup dalam Panduan Allah