Home / Berita / Analisa / Peringatan 1 Tahun Tragedi Berdarah di Rabiah dan Nahdhah (Bagian ke-3)

Peringatan 1 Tahun Tragedi Berdarah di Rabiah dan Nahdhah (Bagian ke-3)

Episode 2: Ladang Pembantaian Itu Ada Di Mana-Mana

Peringatan-1-Tahun-Tragedi-Berdarah-di-Rabiah-dan-Nahdhah-02dakwatuna.com  Organisasi HAM dunia dan sejumlah laporan media massa menyebutkan lebih dari 50 kali tragedi pembantaian yang terjadi di Mesir sejak 3 Juli 2013. Semuanya dalam rangka pembubaran paksa para demonstran yang menolak kudeta militer. Dalam rangkaian pembantaian itu, ribuan orang meninggal.

Lembaga Amnesty International dan Human Rights Watch dalam laporan bersama yang dirilis bulan Juni tahun ini menegaskan bahwa “Peristiwa pembubaran paksa atas aksi sit-in dan demonstrasi di Mesir terbukti telah terjadi pelanggaran karena penggunaan kekuatan berlebihan dan senjata api aparat keamanan Mesir, sehingga menyebabkan pembunuhan massal para pengunjuk rasa.”

Mereka menurunkan laporan sebagai berikut:
• Tanggal 8 Juli 2013: Pasukan keamanan Mesir membunuh sedikitnya 61 pengunjuk rasa di depan markas Garda Republik Timur Kairo.
• Tanggal 27 Juli 2013: Polisi Mesir telah membunuh sekurangnya 82 pengunjuk rasa di dekat monumen Saadat di timur Kairo. Tragedi ini dikenal dengan tragedi Manasha.
• Tanggal 14 Agustus 2013: Pasukan keamanan Mesir menyerang dan membubarkan paksa aksi pro Mursi di lapangan Rabi’ah dan Nahdhah di Kairo. Dalam aksi ini lebih dari 1000 orang meninggal. Perdana Menteri Hazem El-Beblawi mengatakan, “Ini adalah insiden terburuk di mana terjadi pembunuhan massal secara ilegal yang disaksikan sejarah Mesir modern.” Sedangkan Koalisi Pro Legitimasi yang mendukung Mursi mengatakan bahwa jumlah korban meninggal di Rabi’ah saja ketika itu mencapai 2.600 orang.
• Tanggal 16 Agustus 2013: Polisi Mesir membunuh sedikitnya 121 demonstran selama aksi protes di Ramses Square dan Masjid Fath. Dua peristiwa ini disebut Peristiwa Ramses I dan Ramses II.
• Tanggal 6 Oktober 2013: Polisi Mesir membunuh lebih dari 57 orang demonstran dalam pawai mendukung Mursi di berbagai wilayah Mesir, yang digelar bertepatan dengan peringatan tahun kemenangan tentara Mesir atas Israel pada 6 Oktober 1973.
• Tanggal 25 Januari 2014: Saat peringatan tahun ketiga revolusi Januari 2011, polisi Mesir membunuh sedikitnya 64 demonstran dalam aksi yang digelar di berbagai bagian negara Mesir, menurut versi resmi.

Media massa melansir informasi berbeda tentang jumlah korban meninggal dari rangkaian pembantaian ini:
• Tanggal 2 Juli 2013: Orang-orang yang disebut baltagea (preman) membunuh 23 orang pendukung Mursi di jalan mengarah ke Universitas Kairo, yang berdekatan dengan lapangan Nahdha.
• Tanggal 15 Juli 2013: Pasukan keamanan dan preman menyerang para demonstran pendukung Mursi di depan Masjid Fath di Ramses (disebut peristiwa Ramses I) hingga menewaskan sepuluh orang dan melukai ratusan orang. Dan sekitar 500 orang ditangkap.
• Tanggal 20 Juli 2013: Preman melakukan serangan terhadap pawai aksi pro Mursi di Mansoura dengan penembakan peluru tajam, pistol, dan bom molotof. Akibatnya 11 orang meninggal, termasuk empat wanita, salah satunya Hala Abu She’sha 17 tahun.

— Bersambung…

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
M. Lili Nur Aulia, S.Ag
Penulis, Penerjemah, Pengamat Masalah Timur Tengah. Mahasiswa Universitas Trisakti.

Lihat Juga

Menhan Turki: Di Mata Ankara Gulen Seperti Bin Laden Bagi Washington