Home / Berita / Internasional / Asia / Hadiri Pelantikan Erdogan, Presiden Djibouti Angkat Simbol 4 Jari (Rabiah)

Hadiri Pelantikan Erdogan, Presiden Djibouti Angkat Simbol 4 Jari (Rabiah)

Presiden Djibouti, Ismail Omar Guelleh, saat mendarat di Ankara. (Yeni Safak)
dakwatuna.com – Ankara. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan secara resmi dilantik menjadi presiden pada Senin (09/07) kemarin waktu setempat. Erdogan menjadi presiden pertama dalam sejarah Turki dengan sistem presidensial dalam tata kelola pemerintahannya.

Upacara Pelantikan digelar di Kompleks Kepresidenan Turki di Ankara. Sebelumnya, Erdogan mengucapkan sumpah jabatan di hadapan anggota parlemen, dan kemudian berziarah ke makam pendiri Republik Turki, Mustafa Kamal Ataturk.

Menurut sumber kepresidenan Turki, ada 22 kepala negara yang hadir dalam upacara pelantikan itu. Di antaranya adalah Emir Qatar, Presiden Bulgaria, Georgia, Makedonia, Moldova, Bosnia dan Herzegovina, Serbia, Kosovo, Pakistan, Kirgizstan, Sudan, Guinea, Zambia, Guinea Bissau, Guinea Khatulistiwa, Somalia, Mauritania, Gabon, Chad, Djibouti, Venezuela, dan Republik Turki Siprus Utara.

Ada yang menarik saat detik-detik kehadiran Presiden Djibouti Ismail Omar Guelleh. Bagaimana tidak, ia mengangkat simbol empat jari atau yang dikenal dengan simbol Rabiah saat mendarat di Ankara.

Simbol Rabiah merupakan simbol perjuangan yang digaungkan oleh Presiden Erdogan. Simbol ini untuk memperingati perjuangan rakyat Mesir dalam menghadapi kebrutalan militer di Rabiah al-Adawiyah Square, sesaat setelah penggulingan presiden sah Mesir, Muhammad Mursi. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Benarkah Erdogan Minta Bantuan Ekonomi ke Merkel? Ini Jawaban Menteri Jerman