Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Dalam Lingkaran Cinta

Dalam Lingkaran Cinta

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Sunyi selalu membawa perenungan, bahwa hidup ini semakin pelik. Malam selalu hadir, menggelayutkan bulan dalam lingkaran cantik. Maknanya, saat hati gundah, masih ada tempat indah untuk menoleh. Saat hati resah, selalu tersedia ruang untuk bersandar. Saat jiwa lelah, selalu ada sahabat yang menyambut genggaman. Saat itu kita tahu, bahwa hidup kita tidak sendiri dan sepi.

Jika ingin menelisik lebih jauh dan membuka mata hati, apa penyebab gundah, resah dan lelah kita? Ternyata hanya perkara-perkara ringan dan sepele tanpa faedah. Hal-hal yang kita risaukan seputar diri kita sendiri atau tentang pribadi semata. Keluh kesah tiada henti. Terbenam dalam kesedihan urusan duniawi. Padahal, hal yang demikian sangat mudah diatasi dengan hanya membuka diri dan bersabar.

Sementara di luar sana, mereka sedang mempertaruhkan jiwa raga demi mempetahankan negara dan agama, terpampang jelas kekejian, kekejaman terhadap saudara-saudara muslim kita. Upaya-upaya memecah belah agama kian kentara, upaya-upaya mencampuradukkan yang haq dan bathil kian mengental. Kemerosotan ekonomi memberi dampak kemiskinan dan kelaparan kian melanda. Penggugat syariat kian mengokohkan barisan. Banyak lagi peristiwa dahsyat dan menggetarkan. Lalu, kita sedang apa? Atau keberadaan kita bagaimana?

Bagi sang pejuang, ia akan mengangkat pedang dan senjata untuk perang. Sementara sang fakir miskin hati, ia tetap meringkuk meratapi nasib yang tak berkesudahan. Bagi sang pejuang, ia akan masuk dalam lingkaran cinta, mempererat lingkaran untuk bersatu dan memperkokohnya dengan Al-Quran sebagai pegangan. Bagi sang fakir miskin hati, ia akan tetap menutup mata, memberi jarak hingga kian terpuruk dan terperosok. Bagi sang pejuang, ia akan menorehkan kemenangan. Bagi sang fakir miskin hati, ia akan membiarkan harinya berlalu tanpa arti.

Semoga kita termasuk dalam barisan sang pejuang. Insya Allah

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Nina Mariana

Lihat Juga

Geliat Cinta Pejuang