Home / Berita / Internasional / Asia / Situs Organisasi Syaikh Qaradhawi Dihack

Situs Organisasi Syaikh Qaradhawi Dihack

Screenshoot situs IUMS yang diretas
Screenshoot situs IUMS yang diretas

dakwatuna.com – Doha. Situs organisasi Persatuan Ulama Muslim Se-Dunia (IUMS) yang diketuai oleh Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi diretas oleh kelompok yang menamakan dirinya Tim 313, hingga saat ini, Selasa (15/7/2014).

Situs yang beralamat http://iumsonline.org/ itu ketika dibuka akan bertuliskan pesan “situs ini telah diretas oleh Tim 313”. Peretas juga meninggalkan pesan di halamannya yang diawali dengan gambar lambang negara Irak diapit tulisan bermotif 313.

Di antara pesan tersebut adalah “Rasakanlah pukulan dari Irak. Sebuah pukulan yang sesuai dengan martabat Irak sebagai sebuah negeri para nabi dan negeri peradaban. Ini adalah yang pertama, wahai Persatuan Orang-orang Bodoh Muslim dan Penasihat Para Raja. Pukulan berikutnya akan lebih keras dan pahit rasanya.”

Dalam pesan juga disebutkan, “Apakah kalian mengira kami akan diam saat kalian membodoh-bodohi dan menipu umat Islam? Kami akan membiarkan kalian melaksanakan rencana Israel dan koalisianya, Qatar dan Saudi? Apakah kalian kira kami akan diam saja ketika ISIS menghancurkan peradaban kami di Ninawa? Kenapa kalian menamakan ISIS sebagai sebuah kelompok Islam?”

Sebagai organisasi ulama, IUMS selalu mengeluarkan pernyataan sikap setiap terjadi peristiwa di dunia Islam. Termasuk dengan revolusi yang saat ini dilakukan oleh suku-suku Sunni di Irak yang melawan pemerintahan Syiah yang kejam di Baghdad. Walaupun mendukung revolusi, IUMS juga tegas menolak deklarasi khilafah yang dilakukan oleh ISIS beberapa waktu silam. (msa/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Ini Alasan Mengapa Syiah Gembira Dengan Kemenangan Trump