Home / Pemuda / Essay / Membangun Pemimpin Muda untuk Indonesia

Membangun Pemimpin Muda untuk Indonesia

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: blogspot.com)
Ilustrasi. (Foto: blogspot.com)

dakwatuna.com “Dan setiap kali aku menemui masalah-masalah besar, yang kupanggil adalah pemuda.” (Umar bin Khaththab)

Pemuda adalah bagian terpenting dalam sebuah bangsa dan peradaban. Keberadaan pemuda sesungguhnya menjadi modal yang besar bagi pembangunan dan kemajuan bangsa. Oleh karena sebuah bangsa yang besar, sesungguhnya bukan hanya diukur dari  kekayaan sumber daya alamnya saja. Namun juga diukur dari ketersedian sumber daya manusia yang produktif dalam memberikan kontribusi positif kepada negara. Dan dalam konteks ini, kita bicara tentang para pemuda sebagai pengisi dan bagian dari besarnya sumber daya manusia yang dimiliku Indonesia.

Indonesia dengan potensi  jumlah sumber daya manusia yang besar sesungguhnya bukan hanya menjadi sebuah kelebihan. Namun juga menjadi tantangan yang mesti dijawab dan diselesaikan. Pendidikan yang masih sulit dijangkau, lapangan pekerjaan yang minim, kerusakan moral, korupsi dan kesenjangan sosial sesungguhnya merupakan bagian dari beberapa masalah yang sering kita temui di kehidupan sehari-hari. Masalah-masalah inilah yang kurang lebih selalu bersentuhan dan dirasakan langsung dampaknya oleh Rakyat Indonesia. Hanya segelintir dari rakyat Indonesia yang terlepas dari pengaruh dan dampak dari masalah-masalah tadi. Dan apakah sampai saat ini kita sudah menemukan jawaban atas permasalahan itu? Dan siapakah yang bisa menyelesaikannya?

Mari kita melihat kembali catatan dan warisan kata bijak dari para pendahulu kita. Soekarno pernah berpesan kepada kita “Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Berikanlah kepadaku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Kata-kata ini kiranya terdengar senada dengan apa yang dikatakan oleh salah satu pemimpin Islam legendaris, Umar bin Khathab. Dan dari kedua warisan kata bijak itu kita melihat ada benang merah yang bisa diambil.

Pertama, bahwa pemuda dari zaman ke zaman selalu diposisikan sebagai bagian yang sangat sentral dari masyarakat. Kedua, peranannya diandalkan untuk menjawab masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat.

Dari kesimpulan itu, bolehlah kita melihat dan merenungi permasalahan di dalam negeri kita. Apakah sampai hari ini kita sudah optimal dalam membangun dan melibatkan pemuda untuk berkontribusi menyelesaikan permasalahan bangsa? Apakah sampai saat ini kita sudah menyiapkan pemuda Indonesia untuk melanjutkan estafet tangga kemajuan bangsa untuk masa yang akan datang?

Tentu, pertanyaan ini mesti dijawab dengan dasar fakta dan kondisi di lapangan hari ini. Sesungguhnya, minimnya keterlibatan pemuda dalam ranah-ranah strategis menjadi salah satu faktor atas belum terjawabnya permasalahan-permasalahan negara kita hari ini. Masih banyak wajah-wajah lama yang kita lihat hadir memegang tampuk strategis itu. Selain itu, ketiadaan kesadaran yang baik untuk menyiapkan calon-calon pemimpin muda masa depan bagi Indonesia juga menjadi salah satu sebabnya.

Dimana bangsa Indonesia hari ini masih kekurangan tokoh-tokoh muda yang memiliki pengaruh dan memegang peranan yang besar. Hal ini terjadi karena kita belum memiliki perhatian dan kemauan yang tinggi untuk membangunnya. Sehingga, hanya sedikit bagian dari Pemuda yang bisa muncul ke permukaan dan berpengaruh bagi sekitarnya. Padahal, Indonesia memiliki potensi kepemimpinan pemuda yang besar jika kita memiliki kemauan yang tinggi untuk menumbuhkannya.

Oleh karenanya, yang mesti dilakukan oleh Indonesia hari ini bukan hanya menyelesaikan permasalahan-permasalahan keseharian yang dihadapi saja. Namun juga melihat peluang dan menjawab tantangan kepemimpinan pemuda Indonesia untuk waktu mendatang. Kita harus memberikan ruang yang cukup bagi pemimpin muda untuk memberikan kontribusinya bagi negara. Selain itu, Indonesia juga harus fokus menyiapkan, menunjang dan membangun kepemimpinan muda agar bisa memberikan pengaruh dan menjawab permasalahan Indonesia masa depan. Karena perbedaan waktu turut menentukan varian masalah yang berbeda pula. Oleh karenanya, Indonesia butuh peran pemuda lewat kontribusi, gagasan, ide, dan perspektif dari pemimpin pemuda sebagai solusi untuk menjawab permasalahan bangsa.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Nurfahmi Islami Kaffah
Ketua umum BSO SERAMBI FHUI 2014, Mahasiswa S1 Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Lihat Juga

Rohingya

DPR Desak Pemerintah Indonesia Bersikap Tegas atas Insiden Kekerasan di Rohingya