Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Pendamba Percik Cinta

Pendamba Percik Cinta

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
(bidadari_Azzam)
(bidadari_Azzam)

dakwatuna.com – Cinta adalah anugrah dari Yang Maha Pemurah.
Ia akan selalu indah
Tak ada yang tau kapan ia akan berlabuh?
Kapan ia akan singgah?
Kapan ia akan merekah?

Kalau ia ibarat pohon yang berbunga, ia harus berbuah

Karena pohon bagi makhluk adalah berkah

Bisa jadi tanpa buah, pohon bukanlah suatu musibah
Tapi tidak untuk cinta! Ia harus dan tetap berbunga

Bila ia telah menemukan muaranya,

Jaga dia dari serangga pemangsa, dari segala mara bahaya

Jaga dia, dan sirami kuncupnya

Agar tetap kokoh menjulang ke angkasa

Menjadi penyejuk bagi semua yang ada di sekitarnya

Menjadi tempat berteduh bagi para perindunya

Sekali lagi, bila ia menemukan muaranya, jangan nodai cinta

Karna ia mudah berpaling tak punya arah, mudah goyah dan berubah
Kalo hari ini bahagia dan tawa, mungkin esok adalah duka dan luka

Begitulahi bila ia didusta dan dinista

Allah pencipta cinta memerintah untuk menjaganya

Perusaknya adalah dusta dan mendua

Pesan-Nya, “Wala taqrobuz zina.” Jangan dekati zina

Sebab ia itu nista, keji dan hina

Bila kau ingin merengkuh cinta dengan segenap jiwa,

Jangan kau umbar dengan kata

Jangan kau bermain mata

Tapi dekatkanlah jiwa dan raga pada Sang Pencipta cinta

Bila kau dekat dengan-Nya, Ia akan memberikan segalanya

Ia berikan untuk kita para pecinta sesungguhnya, bukan hanya cinta tapi segalanya

Kata Nabi-Nya, “Sesungguhnya Allah Ta’ala apabila mencintai seorang hamba, Dia menyeru Jibril seraya bertitah, ‘Sesungguhnya Aku mencintai hambaku maka cintailah ia,’ lalu Jibril pun mencintainya. Kemudian Jibril menyeru di langit seraya berkata, ‘Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba, maka cintailah ia.’ Maka penduduk langit mencintainya. Kemudian seluruh penduduk bumi pun mencintainya.”

Berbuatlah untuk cinta,

Berkorbanlah untuknya

“Karna ia adalah kata kerja,” begitu kata Anis Matta
Kerja untuk sang dambaan hati belahan jiwa

Berkorban dengan harta, bahkan jiwa-nyawa
Sebab itulah judul Cintaku Berat di Ongkos dipilih oleh Mario Teguh dalam acara Golden Waysnya

Jangan nodai cinta dengan nista

Jangan menodainya karna dia diciptakan suci nan bercahaya

Jaga-pelihara cinta teruntuk yang halal semata

Cinta sesuai garis ketentuan-Nya, sesuai jalur titah-Nya

Rengkuh dan dambalah cinta Sang Maha Pencipta

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 5,83 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Muhammad Khumaidi
Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta, aktif di beberapa kajian keislaman, pembinaan remaja dan kepemudaan di kota Solo.

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Geliat Cinta Pejuang

Organization