Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Melingkar Itu…

Melingkar Itu…

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Melingkar itu indah, bersenandung, bercanda tawa, berempati sesama saudara

Melingkar itu mempesona, bagi siapa yang mau membuka diri menerima masukan tuk pengembangan diri

Melingkar itu mengikat, mengikat hati berlandaskan keimanan.

Mengikat diatas keteguhan prinsip ukhuwah

Melingkar itu berlimpah ruah,

bejibun kebaikan bertubi-tubi, merangkai keindahan, sebagai tiket surga

Melingkar itu berempati, meluangkan waktu tuk mendengar, tentang perasaan, kondisi, keimanan sahabat-sahabat kita. Jadilah lingkaran perasaan

Melingkar itu membahasakan. Tentang keindahan, tentang kecendrungan, tentang tekanan, tentang manusiawi

Melingkar itu menjelaskan komitmen; kedisiplinan, keistiqomahan, kesiapan menjadi seorang pejuang

Melingkar itu pejuang, pejuang berarti berkorban, berkorban artinya terkorban. Saat itulah ujian tersematkan

Melingkar itu wadah keberkahan; bagai cawan yang siap terisi, menunggu dan berharap

Melingkar itu mengeja kesabaran; saat jauh-jauh semangat bertemu, tak ada sesiapa. Saat itu tilawah menjadi keasyikan yang sangat

Melingkar itu mengeja kearifan; saat-saat kita semakin belajar bagaimana menahan idealis, menurunkan dan mensinkronkan

Melingkar itu mengisi; mengisi semangat kebersamaan, semangat merubah, semangat bersinergi, semangat menyebarkah fikrah dakwah. Romantis

Melingkar itu merasa. Merasa hadirnya Allah..Allah..Allah..

Melingkar itu menguraikan benang-benang keegoisan, menceraiberaikan rajutan prasangka buruk, memperindah kemesraan.

Melingkar itu mempertemukan asa; menjelaskan, memperindah, menyuntikan spirit, menyatukan hingga satu jiwa

Melingkar itu menguatkan bukan melemahkan, membesarkan bukan mengecilkan, meninggikan bukan merendahkan

Melingkar itu menyembunyikan ‘ titik ledak’. Rahasia hingga dapat dikenali dengan mencelupakan perasaan kepadanya

Melingkar itu rehat; rehat saat perkara duniawi memaksa tuk dipikirkan, saat pikiran nafsu ambisi dunia berkecamuk

Melingkar itu perpindahan; merehatkan diri dari dunia menuju akhirat. Rehat berpikir perut dan kemaluan menuju bekal kita nanti pulang

Melingkar itu rehat; saat meletakkan koran dan buku dunia menuju Al-Quran, sebab di sana ada ketentraman yang susah tuk dilukiskan

Melingkar itu rehat; saat saling tuding menyalahkan menuju saling menunjuk diri terhadap kealfaan diri tentang menyiapkan bekal

Melingkar itu mengingat; bahwa asupan ruh/jiwa mesti diprioritaskan daripada asupan fisik. Karena ia penentu kita besok

Melingkar itu rehat; melupakan sejenak dunia beralih kepada akhirat. Mesra dan romantis jiwanya

Melingkar itu menakjubkan; saat tilawah diperdengarkan,sesekali dikoreksi,terlihat senyuman,  “Terimakasih, Sahabat.”

Melingkar itu menakjubkan; saat-saat bersusah payah menyiapkan setoran hafalan Al-Quran, memaksa supaya lancar disetorkan

Melingkar itu menakjubkan; tika ada ayat-ayat yang salah,lalu ada tangan lembut menyentuh, sembari memberikan senyum hebat

Melingkar itu menakjubkan; antusias mendengarkan kalimat-kalimat kultum yang tak berpengalaman, seolah-seolah saat itu menjadi orator dan trainer hebat

Melingkar itu mendengar; taujih penyadaran diri, kesaksian dan cermin diri. Ikhlas tertata tak tercabik

Melingkar itu merasa; kata-kata yang keluar bertulus kasih, sesekali linangan airmata menetes, getaran bibir penahanan haru disiapkan

Melingkar itu merasa; yang berkata tak ada nada kuasa nafsu dan egois, tapi inspirasi Qur’ani yang meluncur, suasana haru bergejolak dalam dada

Melingkar itu haru, saat sang murobbi sesekali tertunduk, menahan gempuran gelojak menangis, menata nafas agar kembali teratur

Melingkar itu asa; saat, “Antum-antumlah pewaris negeri sejati, jadilah pelayan-pelayan umat, jadilah penerang di kala kegelapan menyergap mengepung.”

Melingkar itu asa; saat, “Jadilah pembawa panji-panji Allah,meneroboslah dan hancurkan kebatilan.”

Melingkar itu asa; saat, “Hidup kita bukan hanya tuk diri kita sendiri,tapi hidup kita tuk orang lain.” Bermanfaatlah!

Melingkar itu asa; saat, “Doakan semoga Allah memberatkan timbangan amalan kita di akhirat, menyelamatkan kita dari api neraka.”

Melingkar itu asa; saat, “Doakanlah saya, karena sungguh saya amat mengharapkan doa antum semua supaya Allah menerima amal kita.”

Melingkar itu cinta; saat-saat tak tertahankan berpeluk hangat, menyatukan tetesan-tetesan air mata keinsyafan dan bertekad bersama

Melingkar itu cinta; saat melamakan diri berpelukan, karena saat itu merasa bahwa Allah mencintai kita semua

Melingkar itu hasrat; merindui pertemuan pekanan selanjutnya dan agenda yang menggairahkan.

Itulah melingkarku, ikhwah. Bagaimana dengan melingkarmu?

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 1,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Imsyah Rabbani

Lihat Juga

Geliat Cinta Pejuang