Home / Dasar-Dasar Islam / Tazkiyatun Nufus / Berjuanglah untuk Islam Walau Anda Pelaku Maksiat

Berjuanglah untuk Islam Walau Anda Pelaku Maksiat

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Saudaraku …

Apa yang kau anggap atas dirimu sendiri? Begitu banyakkah dosa dan noda? Ketahuilah, setiap manusia –siapa pun dia- juga memiliki kesalahan, dan sebaik-baik manusia yang membuat kesalahan adalah yang mau bertaubat. Mari jadilah yang terbaik…

Saudaraku …

Apa yang menghalangimu membela agamamu? Apa yang merintangimu beramal demi kejayaan Islam dan kaum muslimin? Dosa, noda, dan maksiat itu? Ketahuilah, jika kau diam saja, tidak beramal karena merasa belum pantas berjuang, masih jauh dari sempurna, maka daftar noda dan maksiat itu semakin bertambah. Itulah tipu daya setan atas anak Adam, mereka menghalangi manusia dari berjuang dan hidup bersama para pejuang, dengan menciptakan keraguan di dalam hati manusia dengan menjadikan dosa-dosanya sebagai alasan.

Saudaraku …

Hilangkan keraguanmu, karena Rabbmu yang Maha Pengampun telah berfirman:

إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ

Sesungguhnya kebaikan-kebaikan akan menghapuskan keburukan-keburukan. (QS. Hud: 114)

Hilangkan pula kebimbanganmu, karena kekasih hati tercinta, Nabi-Nya yang mulia –Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam– telah bersabda:

وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا

Ikutilah perbuatan burukmu dengan perbuatan baik, niscaya itu akan menghapuskannya. (HR. At Tirmidzi No. 1987, katanya: hasan shahih. Ahmad No. 21354, 21403, 21487, 21536, 21988, 22059, Ath Thabarani dalam Al Mu’jam Al Kabir No. 296, 297, 298, juga Al Mu’jam Ash Shaghir No. 530, Ad Darimi No. 2833, Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 178, katanya: “Shahih, sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim.” Disepakati oleh Imam Adz DZahabi dalam At Talkhish. Sementara Syaikh Syu’aib Al Arnauth dan Syaikh Al Albani menghasankannya dalam kitab mereka masing-masing)

Saudaraku …

Tidak usah berkecil hati dan jangan putus asa, sungguh agama mulia ini pernah dimenangkan oleh orang mulianya dan para fajir (pelaku dosa)nya. Semuanya mengambil bagian dalam gerbong caravan pejuang Islam. Imam Al Bukhari telah membuat Bab dalam kitab Shahihnya, Innallaha Yu’ayyidu Ad Diin bir Rajul Al Faajir (Sesungguhnya Allah akan menolong agama-Nya melalui seseorang yang fajir). Ya, kadang ada pelaku maksiat, seorang fajir, justru dia melakukan aksi-aksi nushrah (pertolongan) terhadap agamanya, dibanding laki-laki yang shalih. Semoga aksi-aksi nushrah tersebut bisa merubahnya dari perilaku buruknya, dan dia bisa mengambil pelajaran darinya sampai dia berubah menjadi orang shalih yang berjihad, bukan lagi orang fajir yang berjihad.

Saudaraku … Ada Abu Mihjan!!

Kukisahkan kepadamu tentang Abu Mihjan Radhiallahu ‘Anhu. Ditulis dengan tinta emas para ulama Islam, di antaranya Imam Adz Dzahabi dalam Siyar A’lamin Nubala pada Bab Sirah Umar Al Faruq. (2/448. Darul Hadits, Kairo), juga Usudul Ghabah-nya Imam Ibnul Atsir. (6/271. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)

Beliau adalah seorang laki-laki yang sangat sulit menahan diri dari khamr (minuman keras). Beliau sering dibawa kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk diterapkan hukum cambuk (Jild) padanya karena perbuatannya itu. Bahkan Ibnu Jarir menyebutkan Abu Mihjan tujuh kali dihukum cambuk. Tetapi, dia adalah seorang laki-laki yang sangat mencintai jihad, perindu syahid, dan hatinya gelisah jika tidak andil dalam aksi-aksi jihad para sahabat nabi Radhiallahu ‘Anhum.

Hingga datanglah perang Al Qadisiyah yang dipimpin oleh Sa’ad bin Abi Waqash Radhiallahu ‘Anhu melawan Persia, pada masa pemerintahan Khalifah Umar Radhiallahu ‘Anhu. Abu Mihjan ikut andil di dalamnya, dia tampil gagah berani bahkan termasuk yang paling bersemangat dan banyak membunuh musuh. Tetapi, saat itu dia dikalahkan keinginannya untuk meminum khamr, akhirnya dia pun meminumnya. Maka, Sa’ad bin Abi Waqash menghukumnya dengan memenjarakannya serta melarangnya untuk ikut jihad.

Di dalam penjara, dia sangat sedih karena tidak bisa bersama para mujahidin. Apalagi dari dalam penjara dia mendengar suara dentingan pedang dan teriakan serunya peperangan, hatinya teriris, ingin sekali dia membantu kaum muslimin melawan Persia yang Majusi. Hal ini diketahui oleh istri Sa’ad bin Abi Waqash yang bernama Salma, dia sangat iba melihat penderitaan Abu Mihjan, menderita karena tidak dapat ikut berjihad, menderita karena tidak bisa berbuat untuk agamanya! Maka, tanpa sepengetahuan Sa’ad -yang saat itu sedang sakit, dan dia memimpin pasukan melalui pembaringannya, serta mengatur strategi di atasnya- Beliau membebaskan Abu Mihjan untuk dapat bergabung dengan para mujahidin. Abu Mihjan meminta kepada Salma kudanya Sa’ad yaitu Balqa dan juga senjatanya. Beliau berjanji, jika masih hidup akan mengembalikan kuda dan senjata itu, dan kembali pula ke penjara. Sebaliknya jika wafat memang itulah yang dia cita-citakan.

Abu Mihjan berangkat ke medan tempur dengan wajah tertutup kain sehingga tidak seorang pun yang mengenalnya. Dia masuk turun ke medan jihad dengan gesit dan gagah berani. Sehingga Sa’ad memperhatikannya dari kamar tempatnya berbaring karena sakit dan dia takjub kepadanya, dan mengatakan: “Seandainya aku tidak tahu bahwa Abu Mihjan ada di penjara, maka aku katakan orang itu pastilah Abu Mihjan. Seandainya aku tidak tahu di mana pula si Balqa, maka aku katakan kuda itu adalah Balqa.”

Sa’ad bin Abi Waqash bertanya kepada istrinya, dan istrinya menceritakan apa yang terjadi sebenarnya pada Abu Mihjan, sehingga lahirlah rasa iba dari Sa’ad kepada Abu Mihjan.

Perang usai, dan kaum muslimin menang gilang gemilang. Abi Mihjan kembali ke penjara, dan dia sendiri yang memborgol kakinya, sebagaimana janjinya. Sa’ad bin Waqash Radhiallahu ‘Anhu mendatanginya dan membuka borgol tersebut, lalu berkata:

لا نجلدك على خمر أبدا فقال: وأنا والله لا أشربها أبدا

Kami tidak akan mencambukmu karena khamr selamanya. Abu Mihjan menjawab: “Dan Aku, Demi Allah, tidak akan lagi meminum khamr selamanya!”

Saudaraku ….

Sangat sulit bagi kita mengikuti dan menyamai Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan para sahabat nabi yang mulia, Radhiallahu ‘Anhum. Tetapi, paling tidak kita masih bisa seperti Abu Mihjan, walau dia pelaku maksiat namun masih memiliki ghirah kepada perjuangan agamanya, dan ikut hadir dalam deretan nama-nama pahlawan Islam. Semoga Allah Ta’ala memasukkan kita ke dalam deretan para pejuang agama-Nya, mengikhlaskan, dan memberikan karunia syahadah kepada kita. Amin.

Wallahu A’lam.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (100 votes, average: 9,20 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Farid Nu'man Hasan
Lahir di Jakarta, Juni 1978. Alumni S1 Sastra Arab UI Depok (1996 - 2000). Pengajar di Bimbingan Konsultasi Belajar Nurul Fikri sejak tahun 1999, dan seorang muballigh. Juga pengisi majelis ta'lim di beberapa masjid, dan perkantoran. Pernah juga tugas dakwah di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, selama dua tahun. Tinggal di Depok, Jawa Barat.
  • BramSonata

    Pelaku MAKSIAT orang-orang (manusia) diawal Islam/masa Kenabian SAW, sangat berbeda dengan pelaku maksiat manusia masa sekarang, terutama manusia manusia yg jauh dari pusat lahirnya Islam. Bagaimana mungkin orang yg najis dengan menjekutukan Tuhan, walau dia Islam sekalipun,, mampu berjoang untuk Islam ???.
    Padahal menjadi PEJOANG Islam itu sulitnya dan sukarnya bukan-bukan main, kecuali orang/manusia yg mendapat petunjuk/bimbingan dan ridha Allah SWT.

    • Bocah Ganteng

      jangan gitu doonk, jgn pesimis, jgn curigaan, hidayah Alloh terus ada baik zaman dulu dan skrg … saya punya bnyak kawan yg membantu dakwah Islam, walau mereka masih suka nongkrong2 di pinggir jalan

      • BramSonata

        Perlu dicatat, seorang PEJOANG ISLAM lahir dan muncul dari sekian ratus juta manusia dan dari sinilah setiap muslim harus berniat dan bercita-cita menjadi seorang pejoang Islam. Seorang pejoang Islam, diberi rejeki yg melimpah dari Tuhannya, baik semasa didunia apalagi di akerat nanti. Sehingga tidak semudah menjadi Seorang Pejoang, apalagi hanya sekedar seorang yg melakukan maksiat. Anda harus memahami masalah ini dengan baik agar tidak sia sia perjalanan hidup kita di dunia ini.
        Untuk menjadi seorang yg berkualitas didalam Islam, khususnya menjadi seorang Pejoang, jalan untuk menujunya bermacam-macam, semua Tuhan lah yg menetapkan berdasarkan takdirnya.

        • Bocah Ganteng

          Jangan menutup peluang amal shalih manusia, walau dia pelaku maksiat, Alloh saja tidak mensia-siakannya … oke??!

        • Surya Adi Putra

          Jihad lah yang dapat mempersatukan Islam kembali, apakah Allah tidak menghargai perjuangan seseorang yang memperjuangkan AgamaNya ? pejuang Islam adalah orang orang yang memperjuangkan Islam bukan hanya pada zaman nabi tetapi juga di zaman seperti sekarang ini. Sungguh orang yang ber Iman di dunia akan mendapatkan berbagai cobaan sebelum dia benar benar di sebut orang yang ber Iman, Jangan suka meremehkan.

    • joko.pitoyo

      Kalau anda pesimis, ragun, suuzhon, cukup anda saja dan jangan pemprovokasi lainnya. Titik.

      • BramSonata

        Secara tegas, Islam hanya MILIK umatnya yg seteril dari kemusrikan/kesirikan atau dengan kata lain hanya umat yg MURNI akidahnya, dia benar benar merasakan memiliki Islam dan nikmatnya Islam.

        • Andri Cahya

          masyaallah, maaf sebelumnya ya akhi, mungkin perlu ditinjau lagi kata-kata akhi, dunia itu seperti labirin, apakah akhi tahu bahwa pezina itu besoknya akan masuk neraka? pezina itu bisa saja masuk surganya Allah dengan perbuatan dan alasan yang masuk akal, karena Allah Maha Menghendaki atas segala sesuatu, mungkin akhi perlu belajar lebih dalam lagi tentang agamanya, walaupun akhi seorang haji, uztad, kyai, anak TPA di masjid saya, pasti akan protes dengan jawaban akhi, karena terlalu menDEWAkan umat yang murni akidahnya, jangan berprasangka buruk kalau belum ada alasan yang jelas, mungkin dia bermaksiat, apakah akhi tahu, pada saat malam hari laki-laki pezina tersebut menangis dalam shalatnya? meminta maaf atas perbuatannya? walaupun besok dia mengulang lagi, karena itu jangan meremehkan orang yang belum murni akidahnya, mungkin saja derajatnya malah lebih tinggi daripada saya, daripada akhi
          maaf jika ada kata yang menyinggung
          wallahu alam bi shawab

  • Marchel Beding

    Untuk mengaplikasikan Perang di zaman sekarang dapat dilakukan dengan Perjuangan melawan maksiaat di sekitar lingkungan dan meniatkan Hati untuk menegakan kalimat Alloh di dalam membina keluarga dan keturunan kita (Rukun Islam dan Rukun Imam) dan memperjuagkannya untuk melawan Yang sekarang menjadi Pusat Pengatur Dunia (U5A)
    Ya….Niatkan untuk diri sendiri Belajar Mengenal Islam lebih dalam.
    Semoga Alloh memudahkan kita dalam Belajar dan Berjuang dalam Islam.

    InsyaAlloh…..

    • Eno Six-strings

      bukan rukun imam om,tp rukun iman….

  • Noor Atikah Rozemi

    “Berjuanglah untuk Islam, walaupun anda pelaku maksiat…”
    Ibrah dari kisah seorang sahabat..

  • apriyadi

    bagaimana jika ahli maksiat itu penzina? k

    • captainc

      kenapa tidak?

    • captainc

      kenapa tidak?

  • ArchQimedes

    Maunya donk… Kalo ga salah dulu hukum cambuk karena khamr itu bukannya ada pada saat kekhalifahan Umar bin Khatab. Tolong di bales, saya pingin tau nih.. Makasih banyak

  • ArchQimedes

    Maunya donk… Kalo ga salah dulu hukum cambuk karena khamr itu bukannya ada pada saat kekhalifahan Umar bin Khatab. Tolong di bales, saya pingin tau nih.. Makasih banyak

  • adit

    Tulisan ini menentramkan hati ini. Saya sendiri termasuk yg merasa seperti tulisan di paragraph2 awal. Ingin sekali membantu dan berkontribusi dalam dakwah walau hanya sedikit saja, tapi selalu merasa rendah dengan para pendakwah lain yg memiliki wawasan keislaman yg baik dan mungkin mereka sedikit sekali melakukan maksiat jika di Banding dengan saya…
    Terima kasih banyak buat mas penulis…
    Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada anda dan keluarga anda. Aamiin…

  • RoKhim Dkp

    subhnallah…

  • al kanza

    dosa sebesar apapun niscaya ALLAH memberikan pintu tobat sebelum nafas sampai tegorokan,,, dan sebelum matahari terbit dari barat,,, ALLAHUALAM,,,

    trenyuh,,, adem bca ini,,, karna saya jg manusia yg tk luput dari dosa,,, ALLAHU AKBAR,,, LAILLA HAILLALLAH MUHAMMAD ROSUL ALLAH,,,

  • bonita

    terharu sekali…..sungguh kebaikan mampu menghapus segala keburukan….semoga Allah merahmati kita ^_^

  • Awaludin Zulfian

    Semoga Allah teguhkan hati kita bersama barisan orang-orang yang rindu akan kejayaan Islam:’)

Lihat Juga

Ilustrasi. (collegeaffairs.in)

Membentuk Karakter Pemimpin yang Islami Sejak Dini