Home / Berita / Internasional / Afrika / 19 Orang Meninggal dalam Demonstrasi Jumat “Rakyat Menyalakan Revolusi”

19 Orang Meninggal dalam Demonstrasi Jumat “Rakyat Menyalakan Revolusi”

Demonstrasi di Alexandria, yang dibubarkan polisi dengan kekerasan (aljazeera)
Demonstrasi di Alexandria, yang dibubarkan polisi dengan kekerasan (aljazeera)

dakwatuna.com – Kairo. Setidaknya 19 orang meninggal dunia dalam demonstrasi hari Jumat (3/1/2014) kemarin, di berbagai provinsi di Mesir. Demonstrasi besar-besaran itu mengangkat tema “Rakyat Menyalakan Revolusinya”. Tema ini akan diangkat dalam demonstrasi-demonstrasi selama sepekan ini. Polisi berusaha membubarkan aksi-aksi demonstrasi dengan kekerasan.

Hampir di semua provinsi Mesir terjadi demonstrasi, baik sebelum maupun setelah shalat Jumat. Di antara wilayah yang ramai dengan demonstrasi adalah Kairo, Giza, Alexandria, Almenya, Asyouth, Isma’iliyah, Sinai Utara, Buhairah, Syarqiyah, Suez, Daqhaliyah, dan 6 Oktober.

Di kota Alexandria, 2 orang meninggal dunia, salah satunya seorang wanita tua. Menurut saksi mata, polisi menembaki demonstran dengan gas air mata dan peluru tajam di Sidi Jabir Ajmi, dan Burjul Arab, sehingga banyak korban yang jatuh.

Di daerah Ma’adi, Kairo, demonstran menuntut dibubarkanna penguasa militer sambil membawa simbol-simbol R4BIA. Polisi menembaki mereka hingga 3 orang meninggal.

Di Isma’iliyah, 2 orang meninggal saat polisi membubarkan demonstan dengan kekerasan. Dalam aksi ini, sebuah mobil polisi dibakar. Menurut demonstran, tindakan ini diambil sebagai bentuk balasan atas kekerasan polisi dalam menghadapi mereka.

Di asrama mahasiswa Al-Azhar, Kairo, polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan mahasiswa yang berdemo setelah shalat Jumat. Satu orang mahasiswa meninggal. Korban meninggal lainnya jatuh di Almenya, Manufiya dan Isma’iliyah.

Sementara itu, tank dan peralatan berat militer berjaga-jaga di setiap tempat luas di kota Kairo. Tindakan ini diambil agar tidak ada gelombang demonstran yang bisa mencapainya untuk diduduki seperti Bundaran Rabiah Adawiyah dulu. (msa/dakwatuna/aljazeera)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 8,56 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Pernyataan Sikap PPI Brunei Darussalam Terkait Aksi Bela Islam 4 November 2016