Home / Arsip Kata Kunci: keras

Arsip Kata Kunci: keras

Miras Sumber Kejahatan

Melihat keterangan ini, jelas bahwa minuman yang mengandung alkohol baik sedikit ataupun banyak haram dikonsumsi oleh manusia. Jika kita bandingkan dengan argumen Ahok bahwa kandungan alkohol dalam bir hanyalah 5 persen, maka tetap saja bir tersebut haram karena mengandung alkohol. Oleh karena itu, keinginan Ahok agar bir bisa dijual bebas di pasaran sama saja dengan menjerumuskan umat Islam khususnya warga Jakarta dalam keharaman.

Baca selengkapnya »

Yuyun, Pejabat Negeri, dan Merajalelanya Minuman Keras

Kisah Yuyun adalah sebagian kecil yang diberitakan, tapi kita semua seakan menutup mata dengan kasus-kasus lain hingga tidak dijadikan pelajaran agar tidak terulangi di kemudian hari. Di samping itu adalah kekuatan produk hukum yang ada di Negara kita masih sangat kurang dan bahkan pilih-pilih. Pada kenyataannya hukum tentang penggunaan dan distribusi miras rapuh terhadap oknum-oknum pejabat yang mempunyai gaya hidup yang lebih dari biasanya. Hingga akhirnya masyarakatpun merasakan akibatnya.

Baca selengkapnya »

Anak dan Potensi Kekerasan

Sedemikian banyak paparan negatif kekerasan terhadap anak kita bila tidak ditangani dengan baik yang akan berpotensi perilaku kekerasan yang siap “meledak” bila satu stimulus yang datang, walaupun stimulus tersebut sebenarnya tidak seharusnya menimbulkan kekerasan, tetapi karena akumulasi paparan negatif tersebut maka muncullah tindakan kekerasan yang dilakukan oleh siswa yang bisa berakibat fatal bagi korbannya.

Baca selengkapnya »

Mahmud Abbas kepada Israel: Jangan Salahkan Kami Apabila Kekerasan Meletus

dakwatuna.com – Gaza. Presiden Mahmoud Abbas berjanji kepada partai Maaretz Israel bahwa dia tidak akan mengizinkan terjadinya tindakan terorisme dan kekerasan. Dia juga menegaskan bahwa sikapnya tetap untuk menempuh jalur politik dan siap untuk berdamai. Dilansir oleh laman safa.ps, Ahad (2/8/2015) Abbas menerima kunjungan delegasi dari partai Meeretz yang datang untuk …

Baca selengkapnya »

Perjuangan Hidup Janitra

Kini, suamiku telah mengerti akan arti emansipasi wanita, memahami betul bahwa wanita pula memiliki hak yang sederajat dengan lelaki. Setelah aku memberikan seluruh uang hasil jerih payahku sebagai editor dan penulis buku selama lima tahun terakhir ini untuk melunasi hutang suami terhadap perusahaan. Dalam buku-buku yang telah aku terbitkan tak satu pun tertulis namaku, hanya satu huruf yaitu “J” yang amat membingungkan para pembaca. Semua ini demi merahasiakannya kepada suamiku. Namun saat ini aku tidak hidup dengan belenggu harus merahasiakan pekerjaanku lagi dari suami. Sekarang dia sangat mendukung karir dan pekerjaanku. Aku berhasil menggapai impian-impianku yang telah lama bergelantungan.

Baca selengkapnya »
Organization