Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Apapun yang Terjadi Kita Tetap Membaca Al-Quran

Apapun yang Terjadi Kita Tetap Membaca Al-Quran

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Hafidz Herbowo)
Ilustrasi. (Hafidz Herbowo)

dakwatuna.com Sepintas keduanya normal-normal saja. Namun jika kita perhatikan dengan seksama, maka akan kita ketahui bahwa keduanya adalah tuna netra. Juz 30 dibaca penuh penghayatan, tangannya terus mengikuti titik-titik kertas Al-Quran braille.

Jemari, pendengaran dan mata hati adalah kekuatan yang Allah anugerahi untuk kedua insan tersebut agar tetap bisa tilawah Qur’an.

Ternyata jumlah yang mengidap kebutaan ada 3,5 juta di Indonesia dan 80-90% adalah muslim, perlu diadakan survey lagi beberapa jumlahnya yang bisa membaca Qur’an, karena untuk membeli Qur’an Braille harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 1.650.000,- bandingkan dengan Qur’an yang dimiliki oleh kita di rumah masing-masing!

Para penyandang tuna netra di samping keterbatasannya dengan penglihatan, mereka masih harus berjuang lagi dengan mahalnya untuk sebuah Qur’an Braille.

Keterbatasan bukan menjadi penghalang, keterbatasan justru menjadi bara semangat yang tak pernah padam untuk terus bisa membaca “ayat-ayat cinta” dari Allah.

Keduanya sama-sama tunanetra dan tengah sibuk belajar mengajar membaca Al Qur’an, saya dapati mata hatinya lebih bercahaya mampu melihat di kegelapan dunia.

Bagaimana dengan kedua mata saya?

Bagaimana dengan kedua mata Anda?

Bagaimana dengan kedua mata kita?

Aku malu, hening dan merenung, sudahkah aku bersyukur dengan kedua mata yang Allah berikan, seberapa sering digunakan untuk membaca Qur’an?

Ada pesan #AYTKTM pada kedua gadis itu.

“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah (Al Qur’an) maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu dilipatgandakan dengan sepuluh (pahala). Aku tidak mengatakan Alif Laam Mim adalah satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf” (HR. Tirmidzi)

“Orang yang mahir Al Qur’an bersama para malaikat yang mulia dan baik-baik dan orang yang membaca Al Qur’an dan terbata-bata membacanya dengan mengalami kesulitan melakukan hal itu maka baginya dua pahala” (HR. Muslim)

“Sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari)

Keduanya sama-sama tunanetra dan tengah sibuk belajar mengajar membaca Al Qur’an, saya dapati mata hatinya lebih bercahaya mampu melihat di kegelapan dunia.

Jadi mana yang buta sebenarnya?

Mata kita atau mata hati kita?

# AYTKTM… Apa Pun yang Terjadi Kita Tetap Membaca Al-Quran

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 8,78 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Tri Joyo Adi
Memberi tanpa kehilangan, dengan berbagi makin membuat bertambah...

Lihat Juga

Ilustrasi-Alquran (inet)

Khutbah Jum’at: Di Bawah Naungan Al-Quran