Home / Narasi Islam / Wanita / Ada Apa dengan Kaum Hawa?

Ada Apa dengan Kaum Hawa?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Peringatan hari Kartini identik dengan perjuangan perempuan, dialah Raden Ayu Kartini yang dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan Indonesia. Namun apa yang terjadi dengan kaum hawa masa kini? Kepahlawanan sosok Kartini terasa meredup, gebyarnya hanya sebatas seremonial.

Permasalahan begitu kompleks apabila menyangkut perempuan.  Informasi lewat media belakangan ini rasanya lebih banyak menampilkan perempuan-perempuan dalam keterpurukan, tentu berkonotasi negatif. Tidak hanya lewat media, mungkin orang-orang terdekat kita atau bahkan kita sendiri (?), tak ada salahnya bagi kita untuk dapat “bercermin”.

Betapa banyak kita disuguhkan oleh media tentang kasus kejahatan seksual, pencabulan, pemerkosaan, kekerasan dalam rumahtangga bahkan kekerasan dalam suatu hubungan yang belum ada ikatan resmi (pacaran), berujung pembunuhan. Kasus konflik rumah tangga, perselingkuhan, perceraian, perebutan hak asuh anak.  Kasus penjaja seks komersial, jeratan narkoba, hingga terinfeksi penyakit yang menurunkan kekebalan tubuh dan berakhir kematian. Tak ketinggalan juga kasus perebutan kekuasaan di ranah politik, kasus korupsi hingga gratifikasi seksual dan lain hal sebagainya.

Permasalahan itu menjadi bom waktu, suatu saat dapat meledak tak terelakkan.  Memang tidak melulu salah perempuan, tentu banyak hal terkait yang berperan. Namun, apakah kita membiarkan airmata yang jatuh untuk terus meratap dalam keterpurukan? Alangkah ironinya ketika kita menyaksikan perempuan yang tak menyadari keterpurukannya, tak menyadari adanya pelecehan atau pembodohan. Oleh karena itu, makin tampaklah kerapuhan pada diri perempuan, dan oleh sebagian orang yang berkepentingan dimanfaatkan dan dijadikan sasaran suatu kejahatan ataupun sebuah konspirasi.

Dalam hidup ini, selalu ada pilihan. Pilihlah yang terbaik bagi kita. Solusi bagi setiap permasalahan adalah kembali kepada jalan penerang. Islam telah mengatur segalanya mengenai tata kehidupan ini. Kembali kepada agama adalah salah satu cara untuk memperkuat akar kekokohan setiap insan. Mulai dari urusan penampilan, tengoklah sejenak untuk apa pakaian takwa (jilbab) diperintahkan (Al-ahzab: 59 dan An-Nur: 31). Bukan sekadar identitas seorang muslimah, tapi merupakan bentuk penjagaan dan kemuliaan bagi si pemakainya. Hingga pandangan Islam yang menunjukkan tidak adanya perbedaan antara perempuan dan laki-laki atas hal disiplin menjalankan ajaran agama dan takwa kepada Allah SWT, seperti dalam QS Al-Ahzab: 35 “ Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatan, laki-laki dan perempuan yang khusyu, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, dan laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”.

Kita sadari beragam permasalahan yang dihadapi perempuan, hampir di segala bidang. Bidang sosial, kesehatan, ekonomi, juga politik. Sesungguhnya bidang-bidang tersebut dapat kita manfaatkan sebagai suatu kekuatan bagi perempuan. Tak dapatkah kita bangkit wahai perempuan? Untuk mengisi kesempatan atau kekosongan yang tersedia dalam bidang-bidang tersebut dengan potensi yang kita miliki. Sehingga habis gelap terbitlah terang, tidak akan kembali gelap, bahkan mampu menjadi lebih terang benderang.

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Nina Mariana
  • maaf sepertinya untuk contoh figur kartini agak kurang tepat, masih banyak pejuang perempuan yang benar2 berjihad nyata, dan sepertinya hanya kartini yang ditonjolkan, tidakkah aneh kenapa?

  • Raden Ajeng Kartini, bukan Ayu, yuk belajar lagi sejarah :-)

Lihat Juga

Ilustrasi (inet)

Karena Bingkai Kita Adalah Media Sosial