Home / Arsip Kata Kunci: kaum

Arsip Kata Kunci: kaum

Narasi Optimisme Kaum Muslimin

“Kemenangan milik Islam adalah sebuah kepastian. Namun apakah kita menjadi bagian dari perjalanan kemenangan itu adalah sebuah pilihan.” Wahai Saudaraku, sungguh kemenangan dan kejayaan agama ini dibangun di atas keyakinan total atas pertolongan Allah, bukan di atas jumlah. Jangan pernah ragu dengan janjinya. Lakukan sesuatu untuk memuliakan Agamamu sejauh yang kau mampu!

Baca selengkapnya »

Jejak Demonstrasi Kaum Sarungan

Segenap Kaum sarungan perlu ingat petuah pendirinya Hadratusyeikh Hasyim Asy’ari. "Pertahankanlah agama Islam, berusahalah sekuat tenaga memerangi orang yang menghina Al-Quran, menghina sifat Allah dan tunjukkanlah kebenaran kepada para pengikut kebatilan dan penganut akidah sesat. Ketahuilah, usaha keras memerangi (pemikiran-pemikiran) tersebut adalah wajib”.

Baca selengkapnya »

Kaum Munafik dan Perang Pemikiran

Semoga sadarnya umat Islam akan adanya perang pemikiran ini membuat kekuatan jamaah umat Islam semakin kokoh. Tidak ada lagi isu yang disebar oleh orang-orang munafik yang bisa menyesatkan pemikiran atau bahkan memecah internal umat. Islam tidak akan jatuh karena umatnya, namun ia akan jauh lebih kuat jika ada umat yang sepenuhnya berakhlak dan berpikir islami.

Baca selengkapnya »

Akankah Sejarah Kaum Luth Terulang Kembali?

dakwatuna.com – Orang-orang yang beriman dan berakal sehat pastilah akan selalu mengambil pelajaran dari sejarah masa lampau. Baik sejarah kegemilangan maupun sejarah kelam yang pernah dialami umat-umat terdahulu. Karena pada dasarnya sejarah dapat dijadikan sebagai barometer bagi kita untuk menatap masa depan sekaligus sebagai pelajaran berharga untuk tidak melakukan kesalahan …

Baca selengkapnya »

Paranoid Kaum Liberal

Pentingnya menjaga stabilitas emosional agar kita masih tetap mampu mengendalikan pikiran dan akal sehat. Eksploitasi perasaan yang berlebihan, termasuk Marah, benci serta rasa dendam, akan mengganggu kerja organ tubuh terutama kerja akan pikiran kita. Begitu juga seorang liberalis mengamati fenomena permukaan gejolak sosial, tidak mau lagi berpikir lebih jauh untuk menggali ada apa dibalik gejolak tersebut, terus sudah kebelet ngomong, keluarlah statement-statement sampah.

Baca selengkapnya »