Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Super Murabbi; Naikkan Kelasmu, Raih Surgamu

Super Murabbi; Naikkan Kelasmu, Raih Surgamu

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Judul Buku : Super Murabbi; Naikkan Kelasmu, Raih Surgamu
Penulis : Solikhin Abu Izzuddin
Penerbit : Pro-U Media
Terbit : 2012
Cetakan : Ke-1, 2012
Tebal Buku : 398 Halaman
ISBN : 979-1273-97-9

 

Menjadi Murabbi Produktif

Cover Buku "Super Murabbi".
Cover Buku “Super Murabbi”.

dakwatuna.com – Buku ini merupakan buah karya dari seorang trainer sekaligus ustadz; Solikhin Abu Izzuddin. Salah seorang inspirator dan penulis produktif yang telah menghasilkan 36 buku sampai saat ini. Dari keseluruhan buku yang ia tulis, 9 di antaranya sudah best seller. Dan buku Super Murabbi adalah karyanya yang terbaru; ke-36.

Kategori buku ini merupakan buku motivasi. Teruntuk para murabbi. Agar halaqah menjadi lebih bernutrisi. Yang kaya akan nuansa rabbaniyah tetapi tidak membosankan. Sehingga para mutarabbi menjadi betah dalam setiap mengikuti materi-materi halaqahnya. Tanpa merasa takut tapi mengasyikkan.

Bab 1: Perkenankan

Pembahasan pada bab pertama yaitu mengenai bagaimana profil murabbi yang sebenarnya. Apakah hanya sekadar mengisi materi tanpa kesan yang berbekas. Yang sering terjadi di lapangan. Ataukah mengasyikkan, dirindu dan menjadi sebuah kebutuhan ruhaniyah nantinya bagi mutarabbi. Karenanya pada pembahasan ini murabbi diharapkan untuk lebih produktif dalam mengisi halaqahnya. Sehingga halaqah benar-benar hidup. Dan dengan begitu jadilah kita murabbi produktif.

Saudaraku, kita tidak harus lebih pintar dari yang lain, namun kita harus lebih disiplin dari yang lain. Sedikit saja di atas rata-rata orang lain. Kita lebih tahu di mana diri kita dengan menyaksamai cara kita mengisi hari-hari kita. Di balik kelemahan, ada anugerah untuk disyukuri. (Hal. 23)

Super Murabbi lahir dari kegagalan. Ditempa oleh kesulitan. Digembleng oleh keterpurukan. Didewasakan oleh problem. Gagal membina, introspeksi cari cara paling tepat. Gagal menyeleksi, hati-hati lebih teliti. Gagal merekrut, nggak usah merengut. Gagal berbisnis, tetap optimis dan tersenyum manis. Gagal menikah, kerenkan diri lagi lah. (Hal. 27)

Menjadi murabbi berarti generasi rabbani Qur’ani. Menjadi pembelajar saat mengajarkan. Menambah ilmu saat menyampaikan. Mendidik diri saat menasihatkan, karena telinga kita lebih dekat mendengar kata-kata kita daripada orang lain. (Hal. 57)

            Menjadi murabbi berarti menerima aliran pahala yang terus-menerus meski kita sudah meninggal dunia nantinya. Di antaranya adalah kabar gembira dari Nabi, “Barangsiapa yang mengajarkan kebaikan, ia akan mendapatkan pahala, selama orang yang diajarkan mengamalkan ajarannya.” (Hal. 58)

            Murabbi adalah guru yang dirindu. Keteladanannya menjadi cermin. Datangnya dirindukan. Senyumnya didambakan. Nasihatnya dinanti-nantikan. Sentuhan ruhiyahnya menjadi kekuatan. Menjadi guru tanpa menggurui. Menyentuh hati tanpa mendikte. Menjadi soko guru, tempat bersandar umat dari kelelahan dan kelemahan. Teman curhat yang tepat dan aman. Oase yang segar dan menegarkan. (Hal. 63)

Bab 2: Road to Jannah

            Visi dan obsesi seorang murabbi. Inilah pembahasan selanjutnya yang terangkum dalam bab Road to Jannah.

Sebenarnya kita sudah paham bahwa dalam setiap aktivitas apapun, kedua hal tersebut; visi dan obsesi haruslah ada agar yang kita lakukan terarah dan jelas tujuannya. Begitu pun halnya menjadi seorang murabbi.

Saat melatih kader dengan New Quantum Tarbiyah Training di Liwa, Lampung Barat, seorang akhwat bertanya: “Pak, kami kan sudah berkali-kali berjuang, berkali-kali pula kami gagal. Ketika ada keberhasilan kami tidak bisa menikmati. Lalu kapan kami akan merasakan bahagia?” Lalu apa jawab saya? “Saudariku, kita bahagia saat kita berlelah-lelah bekerja, di tengah kesulitan, di tengah kesusahan, di tengah aktivitas, saat kita bekerja untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Kita menikmatinya. Kita mensyukurinya. Kita bahagia saat kita bekerja. Kalau harus menunggu nanti saat kita berhasil, kelamaan.” (Hal. 80)

Dengan ilmu, dakwah menjadi lebih mudah. Dengan semangat, dakwah menjadi lebih menggugah. Dengan seni, dakwah menjadi lebih indah. Dengan tarbiyah, dakwah menjadi lebih terarah. Dengan ukhuwah, kader dakwah menjadi lebih betah. (Hal. 97)

Allah Ta’ala hanya akan memberikan balasan kepada orang-orang yang beramal. Jazaa’an bimaa kaanuu ya’maluun, balasan sesuai dengan yang kamu kerjakan. Bukan jazaa’an bimaa kaanuu ya’lamuun, memberikan balasan dengan yang kamu ketahui. (Hal. 111)

Bab 3: Peran Asasi Murabbi

            Tak sekadar mengisi. Tapi ia adalah guru yang dirindu. Inspirator yang tak pernah kendor. Komandan teladan, terdepan dalam kebaikan. Sahabat yang erat. Tempat curhat yang tepat. Ayah bunda yang tak suka mencela. Teman terpercaya dalam perjalanan. Ya, inilah beberapa peran asasi murabbi yang dibahas lengkap pada bab ini.

Bab 4: Surga Peran Murabbi

Bagian terakhir dari buku ini membahas tentang motivasi mengisi halaqah. Agar setiap cara dan langkah mengisi materi yang dilakukan oleh seorang murabbi menjadi lebih bermakna. Dan halaqah pun menjadi lebih hidup.

Setiap amal kebaikan sekecil apapun pasti ada balasannya. Tersebab hal itu maka pertemuan yang ikhlas, perhatian yang diberikan, perkataan yang diucapkan, perbuatan baik yang terealisasikan, pergaulan yang syar’i, pertanyaan yang menginspirasi dari murabbi ke mutarabbi. Tiada lain ketika semua hal tersebut di amalkan maka pahala dari Allah lah ganjarannya. Dan setiap pahala pasti dibalas dengan surgaNya.

Kita bahagia karena kitalah yang menciptakan kebahagiaan di hati kita tanpa menunggu faktor dari orang-orang di luar kita. Kita bahagia karena meyakini di sisi Allah ada balasan terindah berupa jannah. Jannah di dunia ini berupa majelis tarbiyah penuh hikmah. Jannah di akhirat nanti dengan bidadariNya yang spesial hanya buat kita masing-masing, asli, belum terjamah oleh siapa pun. Asli dipersiapkan untuk kita para murabbi. Adapun para murabbiyah, yakinlah engkaulah komandan para bidadari itu. Sebagaimana seorang muslimah yang menjadi komandan, ratu rumah tangga yang mendesain bahagia dalam setiap langkah. Menginspirasi suami untuk bersinergi dalam tarbiyah. (Hal. 200)

Kelebihan buku ini terletak pada pembahasannya yang sangat luas. Yang merupakan buah pemikiran serta pengalaman pribadi dari si penulis dengan menyaksamai kondisi riil hari ini di medan tarbiyah. Dan ditambah dengan kerennya cover buku serta layout isinya.

Untuk kekurangan buku ini menurut saya hanya terletak pada gaya bahasanya. Yang terkadang kekurangan ruh sastranya.

Untuk Anda para murabbi dan kader tarbiyah. Tunggu apalagi! Segera miliki dan baca buku ini! Dijamin Anda akan menemukan semangat baru untuk membina. Dan menjadi Super Murabbi; murabbi produktif bukanlah hal yang sulit kalau kita mau belajar dengan tekun dan sabar dalam tarbiyah ini.

Selamat membaca!

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

R Setiawan
Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNRAM

Lihat Juga

Kritik Kajian Sejarah Faraq Fouda Dalam Buku Al-Haqaiq Al-Ghaibah (Bag ke-2): Seputar Khilafah Utsman Bin Affan