Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Catatan Terakhir #1

Catatan Terakhir #1

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com

Terjagalah dari segala maksiat
dari segala zina dan nafsu dunia yang sesat
disatukan dalam karunia yang suci

bersama jiwa jiwa yang selalu haus akan ibadah dan penuh harga diri

ini bukan cerita Cinderella
bukan juga patah arang cinta buta Siti Nurbaya
tak dapat diukur tapi bersama Allah
semua pasti akan teratur
dinyatakan dalam ketulusan
dari mutiara ketakwaan yang sangat mendalam
bersemi dari pupuk akhlak yang hebat
berbuah dalam kesabaran dan ketekunan yang lebat

tidak, ini takkan dimengerti
oleh hati yang penuh dengan dusta
yang buta oleh warna warni dunia yang fana
ini hanya untuk mereka yang selalu ingin luruskan
keteladanan bagi generasi berikutnya
keteladanan abadi dalam harum kesturi dan buah ibadah
dan menjadi manis seperti kurma
di awal rembulan yang indah
untuk selalu berjalan dalam kesetiaan dan harapan
dan hanya mau mencium

atas dasar kemurnian kita berkata cinta
karena bukan apa siapa dan bagaimana
tapi luruskanlah dalam wangi surga
karena apa sebenarnya kita berani berkata cinta

dikutip dari lirik Thufail Al-Ghifari

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Hendra Prasetyo
Mahasiswa Jurusan Elektronika dan Instrumentasi, FMIPA, UGM. Tertarik dalam bidang pesawat tanpa awak. Aktif pula di Forum Silaturrahim Muslim Alumni SMA N 9 YK sebagai Ketua. Terdaftar sebagai santri di pesantren mahasiswa PPSDMS Nurul Fikri Regional 3 Jogjakarta.

Lihat Juga

Jas Bertambal; Mohammad Natsir, Mencintai Indonesia, Dicintai Negeri Asing