Home / Arsip Kata Kunci: jaga

Arsip Kata Kunci: jaga

Menjaga Hati di Dunia Maya

Perlu kita ketahui jika ada seseorang yang mengungkapkan kebaikan pasangannya di Facebook. Bukan berarti dia memiliki pasangan yang sempurna. Tetap saja pasangannya juga memiliki kekurangan namun tidak mungkin dia mengungkapkan kekurangan pasangannya di Facebook. Jadi tidak perlu merasa iri. Setiap pasangan pasti punya kelebihan dan kekurangan. Tidak perlu merasa kagum pada pasangan orang lain. Dia juga punya kekurangan, sama seperti pasangan kita. Hanya saja kita tidak tahu.

Baca selengkapnya »

Ukhti Jagalah, Akhi Tahanlah

Akhi Wa ukhtifillah bahkan di saat kita tidak sedang bertatapan dengan lawan jenis, kita dapat berzina, melalui zina hati, yang berupa pengharapan akan hadirnya sosok pelipur lara. Ingat, apa yang tersembunyi di dalam hati kita, Allah juga mengetahuinya. Ketahuilah bahwa Islam itu ingin menjagamu, bukan mengekangmu. Karena sesungguhhnya VMJ itu adalah kumpulan dari kemudharatan yang terorganisir dengan baik, lalu dibalut oleh kain putih sutra.

Baca selengkapnya »

Menjaga Kamu, Menjaga-Nya

Akankah nama kita bersanding dalam satu nama undangan? Begitu perasaan ini membuncah ketika kau berkata akan dijodohkan pada tempat pengajian yang aku kenalkan padamu, Al Ihya. Rabu, 27 juni 2012 pukul 10.00 wib, tanggal itu akan menjadi peristiwa yang menyesakkan jika dirinya bersanding dengan lelaki lain. Inilah pertama kalinya aku memperjuangkan nama seorang gadis.

Baca selengkapnya »

Menjaga Idealisme dalam Frekuensi Publik Ala Associate Producer Film “99 Cahaya Di Langit Eropa”

Diskusi Pasca Kampus ini merupakan program rutin di asrama PPSDMS Nurul Fikri. Menghadirkan Associate Producer Film 99 Cahaya di Langit Eropa yang juga CEO di AdiTV, Dr. Rangga Al Mahendra, S.T, M.M. Bertempat di Asrama Putra PPSDMS Nurul Fikri Yogyakarta, acara ini di mulai sekitar pukul 08.15 WIB dihadiri oleh seluruh peserta PPSDMS Nurul Fikri Regional Yogyakarta Putra dan Putri.

Baca selengkapnya »

Jaga Hati Itu Susah, Tolong Dibantu Ya..!

Desir itu kembali hadir. Pertanda hati makin 'terpelintir'. Ya! Karena desiran rasa ini hadir bukan pada tautan rusuknya dan belum termahkotai oleh ijab kabul yang suci. Tapi senandung desiran itu kerap hadir... Kerap hadir... Dosakah? Entahlah... Aku bukan penentu perkara dosa atau pahala. Karena perkara terpincutnya hati tak dijabarkan dalam perkara haram dan halal.

Baca selengkapnya »