13:45 - Jumat, 25 April 2014

Pelantikan Gatot Pujo Nugroho Sebagai Gubernur Sumut Akan Berlangsung Sederhana

Rubrik: Daerah | Kontributor: dakwatun - 14/03/13 | 09:23 | 03 Jumada al-Ula 1434 H

Pelaksana Tugas Gubernur Sumatra Utara, H Gatot Pujo Nugroho. (kominfo.go.id)

Pelaksana Tugas Gubernur Sumatra Utara, H Gatot Pujo Nugroho. (kominfo.go.id)

dakwatuna.com – Medan. Pelantikan Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho sebagai gubernur definitif digelar hari ini. Tidak ada seremoni berlebihan, konsumsi tamu pun hanya roti kotak dan air mineral. Namun, 500 polisi dipastikan mengamankan pelantikan yang sempat tertunda tersebut.

Selain itu, polisi juga akan menutup Jalan Imam Bonjol, lokasi Gedung DPRD Sumut berada. Ratusan polisi tersebut akan melakukan pengamanan di dalam gedung, luar gedung, hingga perempatan jalan.

Setidaknya hal ini diungkapkan Kapolresta Medan, Kombes Pol Monang Situmorang yang ditemui Sumut Pos, Rabu (13/3). Namun, Monang tidak menjelaskan secara detail jumlah pasukan yang akan diturunkan untuk menjaga acara pelantikan tersebut.

Dikatakannya kalau pasukan yang akan diturunkan untuk menjaga pelantikan itu sudah disusun dan sesuai dengan kebutuhan. “Kalau jumlahnya itu, di kantorlah kita lihat,” ungkapnya singkat.

Sekretaris DPRD Sumut, Rmandiman Tarigan menyampaikan bahwa prosesi pelantikan Gatot Pujo Nugroho sebagai gubernur definitif dipastikan berlangsung khidmat dan sederhana. Tidak ada persiapan yang istimewa terkait acara pelantikan tersebut.

“Paling hanya makan roti yang biasa kita sediakan setiap kali rapat dan untuk biaya pengamanan saja. Kalaupun menyedot biaya, hanya untuk biaya pengamanan yang akan mengundang 500 personel polisi,” tambahnya sembari mengatakan kalau masalah keamanan telah berkoordinasi dengan Polresta Medan dan Poldasu.

Namun, Randiman mengaku tidak mengingat berapa biaya yang dihabiskan setiap kali paripurna. “Intinya tak ada masalah lagi terkait teknis acara pelantikan Gatot Pujo Nugroho sebagai gubernur definitif,” tegasnya.

Sementara dari Jakarta, Mendagri Gamawan Fauzi menyatakan sudah siap untuk melantik Gatot sebagai gubernur definitif, hari ini (14/3). Gamawan berangkat dari Jakarta hari ini pukul 11.00 WIB. Kepala bagian Protokol Kemendagri, A Fathony dan Kapusdatinkomtel Kemendagri, Restyardy Daud, sudah mandahului datang ke Medan sejak kemarin (13/3).

Informasi yang didapat JPNN dari Bagian Protokoler Kemendagri, Gamawan akan disertai istrinya, Hj Vita Gamawan Fauzi, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Tim Penggerak PKK. Pasalnya, pelantikan Gatot juga akan dilanjutkan dengan pelantikan istri Gatot sebagai ketua Tim Penggerak PKK Sumut.

Rombongan Gamawan tergolong mini, yakni total hanya 14 orang, sudah termasuk dua pejabat yang datang duluan. Tercatat, hanya ada dua direktur jenderal (dirjen) yang ikut, yakni Dirjen Otda Djohermansyah dan Dirjen Kesbangpol Tanri Bali Lamo.

Dua staf ahli mendagri (sahmen) juga ikut, yakni Sahmen Bidang Pemerintahan yang juga putra Batak, Saut Situmorang, dan Sahmen Bidang Hukpol dan Hubungan Antarlembaga, Reydonnyzar Moenek. Putra asal Labuhanbatu, yang juga staf khusus mendagri, Umar Syadat Hasibuan, juga ikut dalam rombongan.

Sebelumnya, pelantikan Gatot hari ini telah dipastikan Ketua Fraksi PKS, Hidayatullah. Dia menyampaikan bahwa pada pertemuan terakhir digelar rapat pimpinan dewan dan juga pimpinan fraksi pada, Senin (11/3).

Yang hadir pada pertemuan tersebut hampir seluruh pimpinan fraksi dan pimpinan dewan minus dari pimpinan dewan dan fraksi dari Partai Golkar, Partai Amanat Nasional, dan Partai Hati Nurani Rakyat. Pada intinya telah disepakati untuk mengadakan pelantikan Gatot pada Kamis (14/3) pukul 10.30 WIB di Gedung Paripurna DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol No 5 Medan.

“Setelah sepakat pada rapat Bamus dan rapat pimpinan Dewan dan Pimpinan Fraksi akhirnya semua sepakat untuk melanjutkan pelantikan tersebut,” ujarnya kepada SumutPos, Rabu (13/3).

Senada dengan Hidayatullah, Wakil Ketua DPRD Sumut, Chaidir Ritonga menyampaikan secara teknis proses persiapan pelantikan tersebut sudah berjalan sebagaimana mestinya.

Ia juga mengaku bahwa telah melakukan koordinasi dengan Ditjen Otda, Djohermansyah Djohan terkait penyesuaian waktu kedatangan Menteri Dalam Negeri yang sebelum dijadwalkan akan melantik pada pukul 09.00 WIB mundur menjadi pukul 10.30 WIB.

“Yang berubah hanya waktu kedatangan Mendagri yang seharusnya di pagi hari jadi sedikit bergeser menjadi pukul 10.30″, ujar Chaidir.

Ia juga menyampaikan bahwa apapun proses yang masih tersisa terkait pelantikan terdahulu yang gagal biarlah menjadi proses di internal DPRD Sumut. “Seluruh prasayarat untuk pelantikan besok telah selesai, jadi jika tak ada hal-hal begitu berarti ya tinggal dilantik saja,” ujar Chaidir. (mag-5/mag-10/sam/jpnn)

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (3 orang menilai, rata-rata: 7,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
58 queries in 0,933 seconds.