Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Akulah Kebencian

Akulah Kebencian

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

suamimarahdakwatuna.com

Detak jantungku semakin kencang
Saat lara menyapa dan pedih mencacah jiwa
Aku adalah iblis yang menari di atas kesenangan
Ataukah setan yang membisikkan perang melawan nafsu

Kebencian itu semakin menggelegak
Melebihi bara dalam balutan api
Menyala-nyala, Bagaikan membakar jiwaku
Hingga yang tersisa hanyalah kebencian di atas kesenangan

Benci yang semakin berkecambah
Menjadi buah berduri sakit hati
Akulah penyesalan
Akulah kebencian
Hanya kepada sepi kubuka rahasia hati ini

Telah kutebar benih atas nama cinta
Yang kupetik adalah buah yang bernama benci
Begitu pula embun yang menetes di hatiku
Telah sirna dari wajah sang kekasih

Ya, Allah …
Kuasa-Mu melingkupi segala sesuatu
Kekuatan-Mu menaungi segala yang terjadi
Tak ada daya dan kekuatan
Kecuali daya dan kekuatanmu
Dengan asma-Mu
Dengan wajah-Mu
Dengan kemuliaan-Mu
Tak ada yang bisa memberikan kemudharatan kecuali dengan kasih-Mu

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 6,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswa semester 1 Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Lihat Juga

Pesona Cinta Jiwa Raga