Home / Berita / Daerah / Ternyata Ahmad Heryawan Adalah Seorang Juragan Bajaj

Ternyata Ahmad Heryawan Adalah Seorang Juragan Bajaj

Verifikasi Komisi Pemberitasan Korupsi (KPK) terhadap laporan kekayaan Calon Gubernur (Cagub) Jawa Barat 2013-2018, Ahmad Heryawan, Selasa (22/01). (Facebook)
Verifikasi Komisi Pemberitasan Korupsi (KPK) terhadap laporan kekayaan Calon Gubernur (Cagub) Jawa Barat 2013-2018, Ahmad Heryawan, Selasa (22/01). (Facebook)

dakwatuna.comGubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan ternyata selama ini memiliki bisnis transportasi di Jakarta. Hal itu terungkap, saat Aher melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Heryawan bukanlah pengusaha rental mobil atau bus, tapi dia mengaku memiliki dua bajaj yang disewakannya. Hingga kini, dua bajaj itu masih beroperasi di Jakarta.

“Bajaj ada orang yang mengelola. Masih dipakai. Sebulan penghasilannya di Jakarta Rp400 ribu. Ya lumbayan,” kata Heryawan, usai menerima KPK yang mengklarifiksi laporan harta kekayaannya di rumah dinas Gedung Pakuan Bandung, Selasa (22/1/2013).

Heryawan menuturkan, bajaj tersebut keluaran tahun 1975 yang dibelinya pada 2001. “Semenjak (tinggal) di Jakarta dulu,” tuturnya.

Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono menyatakan kekayaan harta Heryawan yang jumlah totalnya mencapai Rp4,5 miliar. Harta tersebut terdiri dari jenis harta berkerak dan tidak bergerak. Salah satu harta bergerak Heryawan adalah dua unit bajaj yang.

Klarifikasi harta kekayaan itu sebagai syarat untuk mengikuti Pilgub Jabar 2013. Sebelumnya, petugas KPK melakukan hal serupa di rumahnya cawagub jabar Lex Laksamana dan cagub Jabar Dikdik Mulyana Arif Mansyur. (ugo)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 9,40 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Kasus Sumber Waras, KPK: Kami Sepenuhnya Percaya Hasil Audit BPK