Home / Berita / Internasional / Asia / Inggris Akan Abstain Dalam Voting Status Palestina, Ditentang oleh Oposisi

Inggris Akan Abstain Dalam Voting Status Palestina, Ditentang oleh Oposisi

Ilustrasi. (knrp)

dakwatuna.com – Londong. Inggris akan memilih abstain dalam pemungutan suara di Majelis Umum PBB terkait keinginan Palestina meningkatkan statusnya di organisai negara-negara dunian itu.

Menlu Inggris William Hague mengatakan Inggris hanya akan memberikan suara jika Palestina memberikan komitmen untuk kembali melakukan perundingan dengan Israel.

William Hague menambahkan Inggris juga akan meminta jaminan dari Palestina untuk tidak mendesak menambah wilayah jurisdiksi Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terkait kawasan pendudukan.

“Hingga pemungutan suara digelar, Inggris tetap akan terbuka untuk memilih jika kami melihat bukti jaminan publik oleh Palestina,” kata Hague di hadapan parlemen Inggris.

“Namun jika kami tak mendapat kepastian maka Inggris memilih abstain dalam pemungutan suara di PBB,” tandas Hague.

Pernyataan William Hague ini mendapat tentangan dari menlu bayangan, Douglas Alexander, yang meminta Hague secara tegas mendukung upaya Palestina meningkatkan statusnya di PBB.

“Status negara untuk Palestina bukanlah sebuah hadiah namun sebuah hak yang harus dihormati. Keputusan untuk abstain berarti Inggris mengabaikan kewajibannya,” kata Alexander.

Banyak kalangan memprediksi keinginan Palestina menjadi negara anggota non-anggota di PBB akan menjadi kenyataan. Apalagi sebagian besar anggota PBB yang akan hadir dalam rapat Majelis Umum PBB menaruh simpati mendalam bagi Palestina. (Sky News/Ervan Hardoko/KCM)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Bersama ASPAC, UIN Syarif Hidayatullah Gelar Seminar 69 Tahun Pembagian Palestina