Home / Arsip Kata Kunci: tentang

Arsip Kata Kunci: tentang

Apakah Mengkritisi Kebijakan Kenaikan BBM Sama Dengan Menentang Takdir?

Menasihati penguasa secara terbuka, mengkritik kebijakan pemimpin yang salah, bukanlah hal yang tercela dan bukan pula barang baru. Justru ini adalah perbuatan mulia yang membutuhkan keberanian sebagaimana Imam Sa’id bin Jubeir, Imam Ibnu Sirin, Sufyan Ats Tsauri, Imam An Nawawi, Imam Ibnu Taimiyah dan Imam Izzuddin bin Abdissalam, semoga Allah Ta’ala merahmati mereka. Wallahu A’lam

Baca selengkapnya »

Prof. Arief Rachman: “Revolusi Mental Bertentangan dengan Prinsip Pendidikan”

Tokoh Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Arief Rachman mengatakan, ide Revolusi Mental yang diusung Capres Jokowi, sebenarnya bertentangan dengan prinsip pendidikan. Bagi Arief, Revolusi Mental tidak tepat untuk diterapkan di Indonesia. "Untuk Revolusi Mental Jokowi, saya terus terang saja, mental itu jangan direvolusikan lah. Mental itu secara didaktif, itu evolusi bukan revolusi," ujar Arief.

Baca selengkapnya »

Tentang Cinta

Awalnya aku ingin menulis tentang media, ingin mengulas persidangan Ahmad Fathanah kemarin dari perspektif sosio-politik dagang sapi antara pengusaha –broker- dan kepemilikan media dalam skema politisasi kebijakan.

Baca selengkapnya »

Semua Tentang Waktu

Terkadang ia menjadi obat paling mujarab untuk menyembuhkan kepedihan, mengobati kesedihan, luka karena kehilangan, dan perasaan-perasaan tak enak sejenisnya. Karena dengan terus mengiringi jalannya, lambat laun semua perasaan-perasaan tak enak tersebut akan hilang, dengan mengikuti perputarannya perasan-perasaan itu akan lenyap, dan semuanya akan kembali baik-baik saja.

Baca selengkapnya »

Curhat Tentang Jilbab

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya... " (QS. An Nur: 31)

Baca selengkapnya »

Tentang Cinta

Seperti biasa, aku berdiri di depan seonggok pekerjaan yang kupikul. Kadang berlari, kadang berjalan, kadang istirahat, kadang tertawa, tapi lebih sering menangis. Kau tau, tangisan laki-laki bisa juga diekspresikan dengan senyuman getir. Ya seperti itulah yang sering kulakukan, tersenyum getir. Bukan cengeng. Kerinduan dan perasaan mengecewakan.

Baca selengkapnya »