Home / Berita / Nasional / PBNU: Penyebaran Film Penghinaan Nabi Muhammad untuk Pancing Kemarahan Muslim

PBNU: Penyebaran Film Penghinaan Nabi Muhammad untuk Pancing Kemarahan Muslim

Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas’udi. (ANTARA/Rezza Estili)

dakwatuna.com – Jakarta. Ketua Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Masdar Farid Mas’udi mengatakan umat Islam tidak boleh terprovokasi sedikit pun oleh film yang melecehkan Rasulullah SAW.

“Justru kalau kita terpancing seperti di Libia dan negara-negara lain, tercapailah tujuan buruk dari si pembuat film tersebut. Umat Islam boleh marah, tapi pikiran harus tetap dingin. Keteladanan Nabi dalam menghadapi penistaan seperti itu harus jadi acuan kita,” ujar Masdar melalui pesan singkatnya di Jakarta, Kamis (13/9).

Masdar mengatakan, agama sebagai cahaya kebenaran dan kemulyaan tidak boleh dibela dengan kebencian terhadap orang lain. Agama hanya bisa dibela dengan keluhuran budi oleh umat yang meyakininya.

“Kata Al-Quran: Kalian tidak perlu merasa khawatir, jika kalian benar-benar terbimbing oleh Allah; Barangsiapa berbuat kebajikan, dia berhak mendapatkan kemulyaan; barangsiapa yang berbuat kejahatan, dia yang akan dihinakan. Umat Islam harus yakin bbahwa film yg menghinakan Rasulullah itutidak akan berdampak apa pun selain kehinaan si pembuat film itu sendiri dan komplotannya. Semoga Allah mngampuni mereka dan membimbingnya,” ujarnya.

Ia pun mencontohkan akhlak Nabi Muhammad ketika hijrah ke Thaif demi menghindari kebencian masyarakat Makkah. Nabi dihadang oleh para pembenci dengan lemparan batu. Spontan malaikat Jibril menawarkan pembelaan untuk menimpakan gunung Thaif ke para pembenci.

“Jawab beliau: “Biarkan saja wahai Jibril; mereka bertindak begitu karena mereka belum tahu. Nabi kemudian memohonkan hidayah dan ampunan buat para pembenci itu. Benar adanya; tidak lama kemudian masyarakat Thaif dan sekitar berbondong-bondong menjadi pengikut Rasulullah yang sangat setia sebagai the true believers,” ujarnya.

Film “IOM” yang diproduksi di Amerika Serikat baru-baru ini dinilai melecehkan Rasulullah Muhammad SAW. Hal itu membakar kemarahan umat Islam sehingga memicu banyak protes di beberapa negara Timur Tengah, seperti di Mesir dan Libia.

Bahkan, gedung Konsulat AS di Libia dibakar massa hingga menewaskan Dubes AS dan sejumlah anggota staf konsulat dari negara itu,pada Selasa malam lalu. (Mad/OL-3/MICOM)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Be a Real Muslim