Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Aku Bukan

Aku Bukan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com
Mungkin masih ada waktu untuk menjelmakan ide-ide
Belum berakhir juga menuliskan sejarah baru di atas bumi
Meningkatkan kinerja dan tujuan yang jelas
Sesuai dengan kehendak Sang Langit

Aku bukanlah seorang yang hebat
Memiliki beribu karya
Seperti Usamah bin Zaid yang melegenda
Dalam usia delapan belas tahun mampu memimpin pasukan perang

Menyerbu Negeri Syam, negeri bagian imperium besar Romawi
dan memberikan kemenangan
Aku bukanlah pemilik nama besar
Abadi sebab jasa-jasanya yang monumental

Seperti Soekarno; lelaki yang mampu membangkitkan semangat juang para pemuda Indonesia
Hingga Negeri ini mendapatkan kemerdekaannya
Aku hanya mimpi kecil dari beribu lainnya
Aku hanya setetes semangat di lautan para perindu kejayaan

Aku hanya setitik tekad di barisan para pejuang
Yang belajar melanjutkan pekerjaan mereka
Namun, semoga itu kelak bisa merubah wajah dunia
Dan semoga kelak itu juga yang menjadi saksi kehidupan

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 3,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Hodam Wijaya
Lahir di Bandung, tahun 1989. Anak ke tiga dari enam bersaudara. Saya adalah anak kampung dengan sejuta impian besar. Tidak hanya mimpi untuk diri sendiri, tapi ada mimpi untuk bangsa ini bahkan dunia ini. Saya rasa mimpi itu penting. Hidup ini harus diwarnai mimpi, sehingga kita tahu kemana mau melangkah. Tahun 2010 saya lulus dari Mahad Al-Imarat Bandung dan menyelesaikan S1 di IAI Al-Aqidah Jakarta. Sekarang beraktivitas sebagai pengajar Al-Quran disebuah lembaga pendidikan di Jakarta.

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Bumi Flat atau Bulat?

Organization