Home / Berita / Nasional / Rencana Beli Pesawat Intai dari Israel Tidak Sesuai dengan Konstitusi RI

Rencana Beli Pesawat Intai dari Israel Tidak Sesuai dengan Konstitusi RI

Ilustrasi - Grumman Global Hawk (newpacificinstitute.org / dtc)

dakwatuna.com – Jakarta. Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Al Muzzammil Yusuf meminta TNI membatalkan rencana pembelian pesawat intai dari Israel. Menurutnya, TNI harus tegas menolak kerjasama dengan Israel, negara penjajah yang bertentangan dengan Konstitusi RI.

Menurut Muzzammil, Kemenhan harus mempertimbangkan aspek teknis dan politis dalam membeli pesawat intai Israel.

“Secara teknis, Kemenhan akan kesulitan dalam pengadaan suku cadangnya karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.” Jelas Wakil Ketua Fraksi PKS ini dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (2/2/2012).

Sedangkan secara politis, kata Muzzammil, bekerjasama dengan Israel tidak sesuai dengan Konstitusi RI karena Israel adalah negara penjajah yang telah banyak membunuh korban sipil di Palestina. “Dalam Pembukaan UUD 1945 telah jelas-jelas bahwa Indonesia tidak mengakui penjajahan yang dilakukan oleh negara manapun, termasuk Israel. Bagaimana mungkin ini tidak menjadi pertimbangan TNI dan Kemenhan dalam membeli pesawat intai atau alutsista lainnya?” tanya Muzzammil.

Muzzammil mengaku mendapatkan informasi tender pesawat intai ini sudah dilakukan sejak pertengahan tahun 2006. Tiga besar calon pemenang tender adalah perusahaan berasal dari Filipina, Rusia, dan Indonesia. Perusahaan dari Filipina inilah yang merupakan perwakilan dari Israel yang diduga telah menjadi pemenang dalam tender pesawat intai di Kemenhan.

“Apakah ini benar? Saya berharap penjelasan dari Kemenhan.” jelas dia.

Selain itu Muzzammil mempertanyakan perbedaan pernyataan di media massa (2/2) antara Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Brigjen Hartind Asrin dengan Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama Azman Yunus terkait pengadaan pesawat intai dari Israel.

“Kata Pak Hartind, Kemenhan sudah memutuskan membeli pesawat intai dari Israel dengan pertimbangan matang makanya sudah masuk dalam daftar belanja TNI AU periode 2010-2014. Sedangkan Pak Azman bilang TNI sebagai pihak pemakai tidak akan membeli dari Israel. Kalaupun tetap harus beli, TNI akan beli ke PT DI. Mana yang benar?” bebernya.

Muzzammil pun berharap agar TNI dan Kemenhan benar-benar mempertimbangkan kedua aspek tersebut dan konsisten untuk mendukung kemajuan dan kemandirian industri pertahanan strategis dalam negeri. “Jika tidak, saya yakin TNI dan Kemenhan akan mendapat kecaman dari masyarakat.” tutupnya. (rdf/rdfRamadhian Fadillah/dtc)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 7,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Oscarherlambang

    Saya SETUJU pendapat Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Al Muzzammil Yusuf meminta TNI membatalkan rencana pembelian pesawat intai dari Israel, musnahkan negara2 Yahudi di muka bumi…

  • kalow sampai membeli berabedeh akn lebih parah dari pembelian f16 yg pernah ga punya suku cadang akibat di baikot amrik dengan alasan yang gajelas sekarang israel pasti lebih parah mautau separah apa coba aja kalau mau jadi budak zionis yg. satu ini

  • Ha Taufik

    bukanya selama ini Pemerintah diam diam berhubungan baik dengan Israel ? Saya pernah dengar kalau negara kita kerja sama dalam pelatihan aparat intelejen dengan Mosad ? Bukan kah kita pernah beli pesawat tempur F 5 tiger juga dari dan melalui Israel ?

  • Bowo

    Menurut saya ini adalah tahap infiltrasi Israel secara “legal”. Hal ini sudah biasa mereka lakukan, yaitu:

    1. Memberikan bantuan persenjataan (entah menjual dengan harga yang lebih murah atau bentuk kerjasama lainnya) kepada sebuah negara yang menurut mereka memiliki potensi yang besar untuk disusupi secara legal dan halus.

    2. Setelah persenjataan tersebut diperoleh, maka dengan kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh negara yang bersangkutan atau sebagai sarana maintenance, atau perbaikan, maka Israel akan mengajukan diri untuk memberikan bantuan personil (teknisi) ke dalam angkatan bersenjata negara itu.

    3. Setelah memasukkan teknisi, berikutnya Israel akan meluaskan sayapnya dengan merangkul petinggi-petinggi angkatan bersenjata tersebut dengan cara memberikan pengetahuan tentang teknologi dan/atau strategi berperang pada negara tersebut.

    4. Pada akhirnya, bermula dari kerjasama angkatan bersenjata maka Israel sudah berhasil menyusupkan agen-agennya di dalam angkatan bersenjata negara tersebut dan akan semakin mudah mengakses file-file confidential yang pada akhirnya akan dibawa ke Jerusalem sebagai bahan pertimbangan Israel dalam mengembangkan langkah-langkah mereka berikutnya.

    Dengan adanya berita ini, saya rasa Israel masih penasaran dengan sesuatu di Indonesia yang sampai saat ini belum mampu mereka ketahui dengan jelas, sehingga mereka ingin mencoba untuk lebih mendekat lagi dengan cara “terbaik” dan “terhalus” yang akan mereka lakukan.

  • Ayang Azzahra

    Kita lihat saja apakah TNI yang kita banggakan itu masih setia pd UUD 1945 atau sebaliknya ,atau mrk para petinggi cuma berpikir untuk kepentingan sesaat saja …

Lihat Juga

Sekjen PBB, Ban Ki Moon (aa.com.tr)

Sekjen PBB Kecam Pernyataan Capres AS dan PM Israel

Organization