Home / Berita / Tindak Lanjut Deklarasi Jakarta untuk Palestina

Tindak Lanjut Deklarasi Jakarta untuk Palestina

Bpk Suripto (kanan), Prof. Gunawan Joyodiningrat (kiri), para nara sumber, dan tamu undangan acara IHCAVO
IVCAVO, Suripto, KNRP, Deklarasi Jakarta

dakwatuna.comFollow-up Konferensi Kemanusiaan Internasional untuk Palestina yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2008 lalu kembali digelar di Jakarta. Kali ini kegiatannya lebih pada melaporkan progress dari Lembaga yang sebelumnya dibentuk, yaitu Sektretariat Jendral Konferensi Konferensi Kemanusiaan Internansional untuk Palestina atau perkembangan dan hasil dari Deklarasi Jakarta sebelumnya.

Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 100 peserta dari berbagai NGO dalam dan luar negeri.

Ketua Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), Bapak Soeripto dalam sambutannya mengatakan ada empat kegiatan besar yang sudah dilaksanakan oleh panitia; Pertama, mengadakan Konferensi Kemanusiaan Internasional bagi Palestina pada bulan Oktober 2008 silam yang dihadiri 500 peserta dari seluruh negara di dunia.

Kedua, atas dibentuknya Sekretariat Jenderal sebagai wadah kelanjutan konferensi ini, maka ketika adanya invasi Israel atas Gaza pada akhir tahun 2008 lalu, menyatakan sikapnya dengan keras mengecam agresi brutal tersebut.

Ketiga, sekretariat jenderal juga melakukan komunikasi dengan semua peserta konferensi, dan memberikan informasi perkembangan terkini perihal aktivitas sekretariat jenderal.

Keempat, menyelenggarakan konferensi pers, acara-acara televisi termasuk acara solidaritas Palestina bekerja sama dengan TV swasta di Indonesia secara live.

Dan acara sekarang ini, merupakan bagian dari evaluasi dan merancang aksi yang akan datang, terutama amanat mengadakan konferensi kemanusiaan internasional ke-2, insya Allah.

Sementara itu, Prof. Gunawan Jayadiningrat mewakili Menteri Sosial, Bachtiar Chamsyah, dalam sambutannya menegaskan kembali bahwa Indonesia mendukung secara serius upaya kemerdekaan Bangsa Palestina, yang sampai sekarang ini masih dalam penjajahan Zionis Israel. Karena sikap ini adalah cerminan amanat konstitusi, undang-undang dasar 1945; “Bahwa kemerdekaan itu hak segala bangsa, oleh karena itu penjajahan harus dihapuskan di atas muka bumi.”

Selain itu bangsa Indonesia juga memberikan pengalaman kepada bangsa Palestina, perihal sikap dan perilaku terhadap penjajahan.

Indonesia bersama negara-negara yang lain, yang cinta damai terus menggalang kebersamaan dalam menentang kebiadaban dan penjajahan, serta bersama-sama mewujudkan perdamaian dunia yang abadi. Dan karena Indonesia merupakan negara terbesar muslim di dunia maka Indoneisa berada terdepan dalam menjalankan misi ini. Beliau juga mengingatkan agar NGO-NGO dalam dan luar negeri bahu-membahu dalam mewujudkan perdamaian dunia dan kemerdekaan Palestina.

Sementara itu, Ketua Badan Pembina Dewan Kemanusiaan Internasional untuk membantu Bangsa Palestina, Dr. Abdullah Makki menyatakan bangga dengan adanya proggres positif dari lembaga yang sudah dibentuk (Sekretariat Jendral) ini, akan diadakannya Konferensi Internasional ke-dua, disiapkannya komisi-komisi untuk membantu rakyat Palestina; komisi Kesehatan, komisi ekonomi, Komisi Recovery Gaza, komisi Pengembangan SDM, komisi keluarga dan tawanan perang. Beliau di akhir diskusi ini menekankan adanya upaya prioritas pengelolaan media massa Islam yang memberikan pengetahuan dan informasi keislaman dan problematika dunia Islam, terkhusus masalah Palestina. (ut)

About these ads

Redaktur: Samin Barkah, Lc., ME

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • acu saepudin

    “Kedua, atas dibentuknya Sekretariat Jenderal sebagai wadah kelanjutan konferensi ini, maka ketika adanya invasi Israel atas Gaza pada akhir tahun 2008 lalu, menyatakan sikapnya dengan keras mengecam agresi brutal tersebut.”
    bersatunya umat islam seluruh dunia smoga dapat menyusun kekuatn untuk memerangi penindas dunia sebagaimana yang tercantum dalam pembukaan UUD’45 berlandaskan ibadah kepada Allh dan rosulnya dan mengharap ridaho-Nya hingga akhir zaman.takbir 3x!!!

Lihat Juga

Khalid Misy’al: Palestina Tetap Menjadi Sentral Permasalahan Umat