Home / Berita / Dari Inggris, Indonesia… untuk Gaza

Dari Inggris, Indonesia… untuk Gaza

Mahasiswa Sejabodetabek aksi mendukung Palestina
Mahasiswa Sejabodetabek aksi di Bundaran HI Jakarta mendukung Gaza, Palestina

dakwatuna.com – Gaza, kondisi korban kebiadaban zionis Israel tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, sangat mengenaskan, yang syahid maupun yang luka-luka. Tidak pandang bulu, laki-laki ataupun anak-anak dan wanita. Gaza maaati, Gaza terbakar hancur, wahai dunia Islam!

Puluhan meninggal, ratusan luka-luka… terkapar tak berdaya… anak-anak tergeletak mengenaskan… seorang ibu mencari anggota keluarganya di bawah puing-puing bangunan dan asap tebal… bau misiu dan bekas kebakaran mengerikan… pemandangan yang tidak bisa digambarkan dengan kamera sekalipun.

Tercatat, sampai sekarang sudah 350 syuhada’ Gaza dan 1700 luka-luka. Jumlah ini kemungkinan akan terus bertambah.

Di London, surat kabar-surat kabar memberitakan, pemusnahan secara membabi buta, penggulingan sistematis terhadap pemerintahan yang sah dan penghancuran terhadap Hamas tidak akan bisa dilaksanakan, justeru rakyat Palestina akan semakin mendukung pemerintahan mereka dalam menghadapi kedzaliman Zionis Israel, dan semakin menguatkan perjuangan Hamas.

Di Iran, lebih dari 1100 orang telah mendaftarkan diri menjadi mujahid, relawan siap terjun di Gaza membantu saudara-saudaranya. Pendaftaran itu dibuka melalui internet, sebuah website yang dikelola oleh lembaga Islam. Tokoh revolusi Iran, Ali Humaini kemarin memfatwakan wajib bagi setiap muslim di seluruh belahan dunia untuk membantu muslim Gaza dengan cara apapun. Dan siapa saja yang meninggal dalam rangka itu, ia meraih syahid.

Di Afghanistan, kelompok Thaliban menyerukan agar umat muslim dunia bersatu melawan kebiadaban Israel. Atas nama Partai Islam Afghanistan, Qalbuddin Hikmatyar menengaskan bahwa penyerangan nterhadap kamp tentara Amerika di Kabul Selatan merupakan aksi nyata solidaritas terhdap Gaza yang sedang dibumi hanguskan oleh Israel atas dukungan penuh Amerika.

Di Indonesia, Front Pembela Islam telah membuka pendaftaran relawan mujahid untuk diberangkatkan ke Palestina. Setiap yang sehat dan memiliki komitmen keimanan yang kuat akan kami latih terlebih dahulu di dalam negeri kita untuk selanjutnya kami akan kirim mereka ke Palestina, demikian kata sekjen FPI, Ahmad Shabri Lubis. Serentak unjuk rasa merebak di kota-kota besar Indonesia, dari kelompok mahasiswa, ormas, orpol, dan kelompoka masyarakat lainnya.

Di Arab Saudi, ratusan demonstran dibubarkan paksa oleh aparat keamanan dengan menembakkan peluru karet kepada kerumunan demonstran itu.

Di Mesir, ratusan ribu berunjuk rasa mendesak pemerintahnya untuk mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina dan mendesak membuka perbatasan Gaza-Meser, pintu Rafah. Bahkan Ketua Ikhwanul Muslimin Mesir, Mahdi Akif mendesak Mubarok untuk taubat keapda Allah, atas perilaku pemerintahnya mendukung Israel.

Di Palestina, Hamas menegaskan bahwa penyerbuan biadab ini menjadi pemantik Intifadhah jilid ketiga, sebuah perlawanan massif dari seluruh rakyat Palestina, tanpa terkecuali terhadap Zionis Israel. Intifadhah, sebutan yang menyeramkan bagi tentara dan rakyat Israel. Karena setiap rakyat Palestina menghendaki syahid, justeru setiap tentara dan rakyat Israel menghendaki hidup.

Akan ada lagi manusia-manusia siap meledakkan diri –istisyhad- dan roket-roket Al Qassam yang menghantui tentara dan warga Yahudi. (io/ut)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (15 votes, average: 9,80 out of 5)
Loading...
Avatar
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Sssttt… Ternyata Prajurit Zionis Takut Baku Tembak Lawan Warga Palestina

Figure
Organization