Topic Archives: Keimanan

Lenyapnya Keimanan

Sesungguhnya maksiat itu membunuh kelezatan ketaatan kepada Allah, dalam Al-Quran surat Ali-Imran ayat 8 terdapat doa agar Allah jaga keimanan setiap insan, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau memberi petunjuk kepada kami. Dan karunialah kepada kami rahmat dari sisi engkau. karena  Sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi karunia.”

Baca selengkapnya »

Iman Butuh Pengorbanan

Hijrah membawa pesan bahwa untuk menyempurnakan dan mempertahankan iman kadang kala dibutuhkan pengorbanan yang sangat besar. Pengorbanan dengan keragaman bentuknya, seperti; pengorbanan pikiran, tenaga, waktu, harta, bahkan jiwa. Ketika Rasulullah hendak berangkat hijrah beliau berbicara kepada kota Mekah, sebagaimana dituliskan dalam Sunan Imam Tirmidzi dan Musnad Imam Ahmad.

Baca selengkapnya »

Khutbah Idul Fitri 1437 H: Nyalakan Iman Dalam Kehidupan, Refleksi Ibadah Puasa Ramadhan

Para ulama menyimpulkan, iman akan naik dan kokoh dengan menjalankan ibadah dan ketaatan. Begitu juga, ibadah dan ketaatan akan ringan dikerjakan ketika iman naik dan kokoh. Keduanya saling mempengaruhi. Sebaliknya, iman akan ringkih bahkan mati karena praktik maksiat dan dosa, wal’iyadzu billah. Di sinilah perjuangannya, kita berusaha menjaga dan merawat bahkan meningkatkan iman agar tetap naik dan kokoh dengan menjalankan ibadah dan ketaatan.

Baca selengkapnya »

Pesona Selfie dan Hati

Hati-hati selfie bila tak ingin sakit hati. Maksud hati mempublikasi keceriaan, justru malah bisa menjadi strategi setan menjerumuskan. Membutakan hati untuk mencintai lawan jenis yang belum pantas dicintai. Terjebak dalam rekayasa cinta yang penuh dengan dusta karena di buat makhluk pendusta sepanjang masa yakni setan.

Baca selengkapnya »

Nasihat Lukman Kepada Putranya yang Patut Diteladani

Cahaya. dengan cahaya, manusia akan mudah dalam melakukan sesuatu, bayangkan hidup ini tanpa cahaya, ibaratnya listrik mati, manusia akan sulit dalam melakukan segala sesuatu. Berbicara tetang cahaya akan berkaitan juga dengan cahaya hati. Cahaya hati, jika hati ini bercahaya keimanan, maka hati akan menjadi tenang serta akan dengan ringan dalam mengerjakan suatu amalan kebajikan. Berikut penulis sedikit memberi tausyiah tentang nasihat Lukman kepada putranya, yang insya Allah akan memberikan juga kepada cahaya hati.

Baca selengkapnya »

Segarkan Imanmu

Pada bagian terakhir kita diajak untuk memahami rahasia dan rambu-rambu perjalanan emosional dan spiritual dalam Islam. Dan ditambah penguasaan materi yang matang terhadap ilmu-ilmu agama, kedalaman wawasan dan semangat sorang dai. Syekh al-Ghozali secara meyakinkan mengupas makna tobat, warak, ifah, dan qanaah, sabar, syukur, khauf dan berharap kepada Allah, tawakal dan mencintai Allah dan Rasulullah Shollallahu Alaihi wasallam. Disertai dengan koreksi-koreksi tajam atas pemahaman kita selama ini serta cara menerapkannya dalam kehidupan kita.

Baca selengkapnya »

Surga yang Dirindukan

Tugas kita hanya taat, meski ada bisik-bisik bahwa kita bukan malaikat yang selalu taat. Karena kita manusia lah maka ditugaskan untuk taat, bukan disifati taat seperti malaikat. Maka berupayalah dalam menjalankan tugas menjadi taat, karena kitapun bukan iblis yang menolak taat kan? Tugas kita hanya taat, untuk SURGA YANG DIRINDUKAN.

Baca selengkapnya »

Ajang Peningkatan Iman

Marilah Kita jadikan semua masalah yang ada di sekitar kita itu untuk ajang meningkatkan level keimanan kita. Menjadikan masalah sebagai pelajaran hidup untuk menjadi yang lebih baik. Tidak malah berkeluh kesah "aduh, kok begini." "hemmm... Masalah kok ada terus." "kenapa hidup ini dipenuhi masalah". Boleh saja sih berkeluh kesah, tapi kepada Allah. Tidak dijadikan sebagai penyebab putus asa. Adanya masalah itu untuk menjadikan kita menjadi lebih baik, bukan tambah buruk.

Baca selengkapnya »

Ingin Aman, Kokohkan Iman!

Akhlak yang mulia, perangai yang agung, serta tingkah ubudiyyah yang kuat akan berdiri diatas pondasi keimanan yang kokoh. Hil yang mustahal, seorang yang imannya lemah melahirkan karakter mulia, ubudiyah yang kuat. Jadi kuncinya adalah iman yang kuat yang akan membuat kita kuat menjadi seorang Muslim yang kuat secara hati, akal dan amal. Dengan Iman yang kuat, kita akan terselamatkan dari maksiat yang menyengsarakan. Dengan Iman yang kuat, kita termasuk orang beruntung di hari yang tidak ada gunanya harta dan anak keturunan.

Baca selengkapnya »