Home / Arsip Kata Kunci: takluk

Arsip Kata Kunci: takluk

Menaklukkan Sang Kombet (Aidil)

Keesokan harinya semacam aku tak percaya. Tugas yang aku berikan diselesaikannya dengan baik. Tak hanya menyelesaikan tugasnya, semua tulisan materi kemarin di ulang tulisnya dua kali dan ditambah materi penjumlahan dari ibunya. Aku tunaikan janjiku kepadanya, nilai 100 untuk tugas dariku dan menambahkan nilai 100 untuk tugas dari ibunya. Hari itu ku lihat reka senyum polosnya mendapat nilai 100. Betapa bahagianya Aidil saat itu. Tak pernah ku melihat dia sebahagia itu sebelumnya. Wajarlah bila iya sangat bahagia, jangankan dapat nilai 100, mendapat nilaipun sangat jarang karena tak pernah menulis. Perlakuan yang sama aku lakukan bagi siswa siswi lainnya yang mempunyai kendala seperti Aidil.

Baca selengkapnya »

Belajar Spirit dari Ammar Bugis, Sang Penakluk Kemustahilan

Ini sebuah kisah tentang Ammar Bugis. Membaca kisahnya membuatku tergerak untuk menuliskan dan membagikannya. Sebuah pelajaran tentang kemauan, semangat, ridha dan rasa syukur. Membaca kisahnya seperti embun sejuk menetesi hati. Mungkin sebagian orang sudah mengenal tentang sosok beliau. Buku yang ditulisnya Qohir Al Mustahil telah diterjemahkan berjudul Penakluk Kemustahilan; Perjuangan Pemuda Berkebutuhan Khusus Melampaui Keterbatasan.

Baca selengkapnya »

Para Penakluk Kemustahilan

Berhadapan dengan kemustahilan? Antara pilihan menyerah, atau nekad untuk sekadar tidak dikatakan sebagai pengecut, meski keduanya sama-sama berakhir dengan kebinasaan. Di antara benteng kemustahilan yang tegak kukuh, hanya sedikit orang yang mampu membuka celah sempit untuk menembusnya. Mereka inilah nama-nama yang ditakdirkan Allah tertulis di dalam sejarah peradaban umat manusia.

Baca selengkapnya »

Yang Menakluk Para Pemenang

Siapakah yang mampu, mengatur alur cerita kehidupan yang indah, Ketika ia bermula melalui awal yang tak terlukis, Pun, manusia mencoba mempelajari, Mereka hanya mengamati, tak kan pernah mampu melakukan sama. Di pentas kehidupan, Sang bayi suci menghirup udara sesak-hiruk, Udara yang tak lagi segar, t’lah terkontaminasi ulah-ulah tak beratur, Bumi yang ia singgahi kini kacau-balau, Setiap sudutnya dilanda kebingungan.

Baca selengkapnya »