Home / Arsip Kata Kunci: nafas

Arsip Kata Kunci: nafas

Nafas Dakwah

Bagi sebagian orang, semangat perbaikan dianggap pembangkangan. Gerakan penyadaran dianggap pengkhianatan. Lalu label buku fenomenal itu dengan mudah disematkan. ‘Al-Mutasaqithun fi thariq da’wah’, yang berjatuhan di jalan dakwah.

Baca selengkapnya »

Ya Allah Aku Merindunya

Ku menghela nafas disela hujan yang mengguyur bumi, seakan mengerti bahwa aku merasakan kesedihan hebat yang rasanya mengguncang jiwa. Padahal aku saja tak mampu menggambarkannya dalam angan, namun mengapa rindu ini seakan merobek jiwaku, menghentak tiap-tiap rasaku. Seperti biasa langkah kaki mengajakku tuk mencari satu titik terang di penghujung sana.

Baca selengkapnya »

Melawan Waktu

Mengejarku membabi buta..., Tak kenal ampun..., Tak menyisakan sedikit ruang pun bagiku beristirahat..., Walaupun sejenak..., Aku lelah..., Tapi ia terus saja mengejar..., Nafasku sudah terengah-engah..., Tapi aku harus terus berlari..., Terus berlari..., Cepat..., Lebih cepat lagi..., Sampai aku merasa sudah tak sanggup berlari..., Tak sanggup berjalan...

Baca selengkapnya »

Menjaring Matahari

ranting yang kering, tanpa dedaunan, angin malam berdesir, hanya gemeretak ranting di peraduan, berdenyit, menyertai hari-hari dan bergantinya waktu, kumandang adzan telah berbilang, merdu mengalun melukis irama hidup, menegur hembusan nafas tangkai dan daun yang kering kerontang, namun masih berdiri.... sendiri, sambil berbisik lirih, “Tuhan, aku masih ada!”.

Baca selengkapnya »

Karena Surga Begitu Manis

Dunia, Di manakah Posisiku Kini? Pernahkah kau bayangkan arti sebuah lapangan bagi seorang atlet? Lapangan adalah medan terjal yang panjang lagi berduri. Di sana segala persiapan dipertaruhkan, di sana semua tenaga dikerahkan, di sana peluh tak lagi terhitung jumlahnya, di sana nafas sepenggal demi sepenggal diusahakan.Di lapangan itu.

Baca selengkapnya »

Karena Kebaikan-Nya Nafasmu

Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan? Saat sesak langkah payahmu tertapak bangga dicinta semesta, lalu tawamu ceria sementara dalammu DIA entah dimana. Sejak hanya tangis yang bisa kau gunakan di antara tawa riang untukmu, tiadalah itu selain mula penghormatan atas awal kebaikan aturan-Nya.

Baca selengkapnya »
Organization