Home / Arsip Kata Kunci: haru

Arsip Kata Kunci: haru

Kamis Kelabu yang Mengubah Hariku

Sesampainya di rumah, aku mulai menelusuri apa yang kualami siang ini. Aku mulai menarik sebuah benang. Apakah kegembiraanku ini ada hubungannya dengan pisang yang kuberi pada perempuan itu? Subhanallah. Jika memang benar, aku harus malu. Dengan memberi sebuah pisang hampir membusuk, Allah memberi banyak keberkahan. Allahu Akbar. “Katakanlah, “Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya.” Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya, dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik.” (QS. Saba’ [34]: 39)

Baca selengkapnya »

Kekuatan Tulisan

Semua yang ada di sana merasa terharu dengan momen spesial tersebut dan merasakan kehangatan yang luar biasa dalam rumah tangga tersebut. Walaupun hanya kecil yang dilakukannya, akan tetapi hal yang kecil akan menjadi luar biasa jika dilakukan dengan sepenuh hati dan waktu yang tepat.

Baca selengkapnya »

Pernikahan yang Mengharukan

Alhamdulillah, seluruh persiapan pernikahanku berjalan lancar. Kulihat Mama sangat bahagia. Wajahnya berseri-seri menyambut setiap tamu yang datang. Sejak Papa meninggal, tak pernah aku melihat Mama sebahagia hari ini. Bang Indra dan Kak Vera, istrinya, tampil sangat serasi. Mereka bagai pinang dibelah dua.

Baca selengkapnya »

Penutupan RAPIMNAS 1 FSLDK: Antara Haru dan Semangat Baru

Usai melakukan Aksi Solidaritas Suriah di depan Gedung Grahadi, kini memasuki serangkaian Closing Ceremony RAPIMNAS 1 FSLDK. Hari terakhir RAPIMNAS FSLDK bukan berarti mengisyaratkan perpisahan. Melainkan keberlanjutan dari sebuah kesatuan langkah gerak dakwah kampus. Dibuka dengan penampilan seni Tari Saman dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, upacara penutupan berlangsung meriah.

Baca selengkapnya »

Mengharukan! Ayah Meninggal Kedinginan Demi Lindungi Putrinya Dari Cuaca Dingin Ekstrem

Mengharukan! Seorang ayah meninggal kedinginan demi melindungi putrinya dari cuaca dingin parah yang melanda Jepang utara. Anak perempuan berumur 9 tahun itu kini sebatang kara karena ibunya juga telah meninggal dua tahun lalu. Mikio Okada meninggal saat mencoba melindungi anak semata wayangnya, Natsune dari terpaan angin dingin berkecepatan 109 km per jam, di saat suhu udara anjlok ke angka minus enam derajat Celsius.

Baca selengkapnya »

Biarkan Aku Menangis

Biarkan aku menangis..., Sebagai rasa haruku yang membiru, Sebagai rasa laluku yang mengadu, Rasa rasa penyedap dalam kalbuku, Biarkan aku menangis..., Karena guronan batu yang menepis, Biarkan aku menangis, Karena luka yang memanas, Biarkan aku menangis..., Menangis rindu dan malu, Pada Rabbku ..., Biarkan aku menangis..., Dengan butiran cinta yang bagai gerimis.

Baca selengkapnya »
Organization