Home / Arsip Kata Kunci: bicara

Arsip Kata Kunci: bicara

Ketika Waktu yang Berbicara

Benciku kepadanya dulu tiada tara. Anak kecil yang hyperactive dan jahil kepada semua orang sekarang menjadi sosok laki-laki dewasa yang hebat dan pantang menyerah. Asam garam masa remaja yang ia lewatkan dulu menjadi kenangan hebat yang ia ciptakan. Tanpa ia sadari pengalamannya menjadi pelajaran untukku, adik semata wayangnya.

Baca selengkapnya »

Adab dan Etika Berbicara Dalam Islam

Dalam berbicara dengan lawan biacara, kita harus menggunakan tata karma dan tutur kata yang baik. Jangan sampai bahasa kita menyakiti orang lain, ketus, nyelekik dan menimbulkan permusuhan. Akhlak yang baik akan mengeluarkan bahasa yang baik. Dalam istilah teko, “ teko akan mengeluarkan apa yang ada di dalamnya. Di dalamnya air kopi maka akan keluar air kopi, kalau di dalamnya air teh maka yang akan keluar juga air teh. Begitu juga dengan manusia, jika akhlaknya baik maka tutur katanya yang keluar juga baik dan sebaliknya.

Baca selengkapnya »

Agama Adalah Hakim

Gini ya Bray, pertama dulu. Betul kita tidak bisa menilai seseorang dari luarnya saja. Tapi bukan berarti kita bisa menganggap “percuma” orang yang berjilbab lebar, hafalannya banyak, hitam jidatnya itu. Itu juga manifestasi bentuk agama seperti yang dibilang temanmu selanjutnya.

Baca selengkapnya »

Kiat Menjadi Lawan Bicara yang Menyenangkan

Banyak sekali keberuntungan-keberuntungan atau kesuksesan yang dicapai oleh seseorang yang disebabkan karena ia pandai berkomunikasi. Dengan perkataan lain, ia bisa menjadi lawan bicara yang menyenangkan. Tanpa merasa malu, canggung dan penuh perhatian, seseorang dapat menjadi teman bicara yang mengasyikkan. Ia dapat dinilai sebagai sosok pribadi yang hangat serta menyenangkan untuk diajak berbicara maupun bekerja sama.

Baca selengkapnya »

Muslimah; Diammu Berpikir, Bicaramu Dzikir

Wanita dan dunia, hmm dua kata yang pantas disandingkan. Mengapa? Tentunya semua orang tahu dong dibalik kehidupan ini selalu ada peran wanita bahkan Rasulullah pun menyebutkan kata ”ibumu” sampai tiga kali ketika Beliau ditanya siapa yang harus dihormati dan setelahnya baru Rasul mengatakan “ayahmu”. Wanita lembut namun bukan berarti mereka lemah justru dengan kelembutan mereka dapat menjadikan dunia menjadi berwarna.

Baca selengkapnya »