Home / Restgha Noriega, S.Pd

Restgha Noriega, S.Pd

Guru Relawan Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa Angkatan 7.

Bidan Desaku

Jam istirahat bidan pun tidak menentu, karena beliau harus selalu siap siaga untuk melayani masyarakat. Dibangunkan tengah malam sudah biasa bagi bu bidan, membantu pasien yang melahirkan sampai dua malam pun bu bidan lakukan. Melewati arus sungai yang cukup deras menggunakan sampan bermesin atau harus berjalan kaki berkilo kilo meter menuju rumah warga yang mebutuhkan bantuan kesehatan pun beliau lakukan. Tidak mengenal siang atau malah, hujan atau panas beliau tetap melaksanakan tugasnya sebagai Bidan di Desa ini.

Baca selengkapnya »

Jembatan Gerbang Memberi Manfaat Warga Kapuas

Ada yang lebih menarik lagi pada jembatan ini, yaitu ruang tidur pak Eko yang letaknya tepat di bawah jembatan yang bentuknya sedikit melengkung ini. Beliau membuat ruang kecil untuk tidur. Beliau mengatakan bahwa ruang itu dibuat agar ketika malam ada motor air yang lewat beliau bisa langsung bangun untuk membuka jembatan itu. Karena sebelum dibuat ruang kecil di bawah jembatan itu beliau tidak terbangun saat ada motor air lewat pada tengah malam meskipun sudah dipasang bel tetap beliau tidak terbangun, dari pengalaman itulah beliau membuat ruang kecil di bawah jembatan untuk tidur. Sederhana memang, tetapi dari hal yang sederhana itu beliau memberi banyak manfaat untuk banyak orang. Berawal dari ide, niat yang baik dan tindakan nyata lah beliau mampu memberikan manfaat untuk banyak orang.

Baca selengkapnya »

Masih “Ceker Ayam”

Di bulan kedua saya mulai memberi arahan mengenai berseragam yang lengkap juga rapih ke sekolah, karena mengubah pembiasaan itu tidak mudah dan melalui proses yang cukup lama. Tentu hal ini tidak mudah diwujudkan tetapi konsistensi para guru lah yang akan mampu mewujudkan kebiasaan-kebiasaan baik ini muncul. Meski sulit, namun sebagian besar siswa dan siswi sudah menunjukkan perubahannya pada bulan ketiga.

Baca selengkapnya »

Air Sungai Kapuas

Masyarakat mengandalkan air sungai kapuas untuk mandi, mencuci perabotan rumah tangga dan mencuci pakaian. Sedangkan air minum warganya mengandalkan air hujan. Sebagian warga memang sudah mengandalkan air ledeng untuk kebutuhan sehari hari tetapi tetap masih kurang layak, karena airnya bening tetapi sangat pekat. Untuk air minum tetap warga mengandalkan air hujan saja.

Baca selengkapnya »