Home / Pilar Aisyah

Pilar Aisyah

Penulis bernama Riska H Akmal. Lahir di Medan, Juni 1990. Seorang cerpenis yang bergiat sebagai anggota muda FLP-SUMUT.

Dua Cahaya

Seperti minggu sebelumnya, liqa’ kali ini dilaksanakan di masjid pusat kota. Aulia, Asyifa, Nurul, Nazwa, dan Rahma, tengah mendengarkan materi yang disampaikan oleh Ustadzah Nia. Materi yang dijelaskan Ustadzah Nia kali ini tentang keimanan: “Seperti firman Allah dalam surah Al-Ankabut ayat 2 dan 3 yang artinya, “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman” sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.””

Baca selengkapnya »

Akhwat Suci Berakhlak Mulia

Sabtu sore sehabis pulang dari kantor, aku ada janji reuni dengan sahabat kuliahku di salah satu café yang ada di mall. Meskipun cuaca tampak sedikit mendung, namun janji tetaplah janji yang harus ditunaikan. Lagipula, benih rindu dengan kawan-kawan seperjuangan agaknya perlu untuk diobati.

Baca selengkapnya »

Warna Cinta

Aku menatap pesan di layar ponselku dengan terpaku. Berulang kali kubaca pesan itu, berharap muncul secercah keyakinan yang bulat akan keputusanku untuk menjawab pesan dari Lala adikku. Namun sayang, keyakinanku masih tak berbentuk. Aku lelah.

Baca selengkapnya »

Aku dan Si Mbah

Entahlah! Rasanya tidak masuk akal bagiku ketika kudengar cerita Uwakku tentang Mbah Saif. Sosok yang belakangan ini kerap kudengar namanya dari mulut-mulut keluargaku, ah tidak! Sudah merembet pula rupanya pada tetangga kiri kanan rumahku. Pasalnya, cerita ini dimulai ketika seminggu yang lalu Uwak Tiur diminta untuk menemani salah seorang temannya di pabrik, pergi berobat.

Baca selengkapnya »

Kesatria 2020

Apa makna dari zaman milenia?, Jika yang kau dapat hanya kehedonisan semata, Di mana ia prajurit Khandaq?, Yang siap menahan lilitan lapar demi terbit sang fajar, Di negeriku, pemuda-pemudi diarak, Disuguhi teori-teori purbakala penipu dunia, Mengagungkan logika di atas ketauhidannya, Menampar empati dan simpati untuk eksistensi diri tak berarti, Tidakkah kau cemburu pada serdadu Badar?.

Baca selengkapnya »

Sejak Kuyakini Ketaqwaanmu

“…. Ya Allah, di antara tanda-tanda kekuasaanMu, telah Engkau ciptakan bagi kami istri-istri dari jenis kami sendiri, supaya kami cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Engkau jadikan di antara kami rasa kasih dan sayang. Aku percayakan urusanku ini kepadaMu Rabb, karena Engkaulah hakikatnya yang paling mengetahui mana yang terbaik bagiku.

Baca selengkapnya »