Home / Nada Ash-Shubhi

Nada Ash-Shubhi

Lahir di Bandung 21 September. Anak ke empat dari enam bersaudara; Amal, Maruf, Hodam wijaya, Gigin Ginanjar, Wiguna Syukur Ilahi. Inilah keenam lelaki yang selalu disebut-sebut dalam doa orang tua itu. Doa kesuksesan untuk masa depan. Mereka adalah anak sejarah yang akan menggoreskan tinta di lembaran sejarah peradaban sebari penguak dinding sejarah. Semoga menjadi pemimpin di negeri sarat nestapa ini. Lahir dari pasangan Solihat dan Adeng. Setelah menyelesaikan studi S1 program studi perbankan syariah, STEI SEBI, Depok. Kini aktivitas melanjutkan studi di STIS Nurul Fikri, Lembang jurusan siyasah syariah. Mulai mencoba menulis setelah lulus dari SMA, meskipun saya tidak tahu apa yang saya tulis. Beberapa karyanya diantaranya adalah Buku Belajar merawat indonesia, serial kepemimpinan alternatif (Bersama beastudi etos DD), Buku Talk Less Do More (SEBI Publishing), Paper Model agricultural Banking, Paper Peran LPZ dalam pengembangan ekonomi umat di Indonesia, Buku Catatan sang surya (Bersama Komunitas MOZAIK Sastra)

Hal Terlarang Bagi Seorang Pengusaha Muslim

Dalam aktivitas bisnis, tidak sedikit orang yang membiarkan hal-hal sederhana dibiarkan begitu saja tanpa diperhitungkan, bahkan diacuhkan. Padahal kisah sukses orang-orang yang berhasil dengan bisnisnya, telah mengajarkan bahwa apapun itu, semua tidak boleh dianggap sepele. Khususnya bagi seorang pengusaha muslim, ia harus tetap memperhitungkan dengan baik hal-hal yang kecil. Karena kelak Allah akan menghisab sekecil apapun yang ada pada tangan kita.

Baca selengkapnya »

Membangun Itqan

Inilah profesional, ia adalah sikap. Inilah mengapa sandingan profesional adalah kata itqan (sungguh-sungguh). Karena jika tidak sungguh-sungguh kita akan kalah, kita tidak akan maju, dan kita hanya akan selalu diperbudak negeri rakus di luar sana. Mengapa dahulu Muhammad, SAW mampu membawa Islam menguasa dunia? Jawabannya karena beliau bekerja dengan profesional, dengan sungguh-sungguh. Karena taruhannya adalah Kekalahan, dan kekalahan dekat dengan kehancuran.

Baca selengkapnya »

Menembus Batas

Tidak ada yang tidak mungkin! Selama ada keimanan yang terhujam dalam dada, maka saat itu pula kita sadar, kita adalah satu dari banyak orang yang tengah bekerja, berupaya, dan berusaha membangun menara Cahaya. Inilah yang membedakan kita dengan yang lain. Keimanan, ya keimanan.

Baca selengkapnya »

Deras Kepahlawanan

Jika engkau bersedia untuk menerima takdir kesepian sebagai pajak bagi keunikan, maka niscaya masyarakat juga akan membayar harga yang sama: kelak mereka akan merasa kehilangan. (Anis Matta). Hanya membutuhkan sedikit waktu saja untuk kembali merenungkan jejak-jejak kepahlawanan yang pernah singgah di lembaran sejarah manusia.

Baca selengkapnya »

Renungan Sejarah

Sejak awal kelahiran Islam, Islam menjadi sebuah energi besar yang tengah menunjukkan khazanah kehidupan baru yang lebih baik. Namun apa daya, kehadirannya banyak sekali yang mengingkari dan menghiraukannya. Sepanjang perjalanannya, Khasnya Islam kini terbukti dengan semakin berkembangnya masyarakat yang memilih Islam menjadi pandangan hidupnya.

Baca selengkapnya »

Terima Kasih Ibu, Umi, Bunda, Mamah, Enyak, Emak, Mamih

“Dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah “wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil” (QS. Al Isra: 23-24)

Baca selengkapnya »