Topic
Home / Narasi Islam / Ekonomi / Hal Terlarang Bagi Seorang Pengusaha Muslim

Hal Terlarang Bagi Seorang Pengusaha Muslim

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

pengusaha muslimdakwatuna.com – Mungkin kisah hijrahnya Abdurrahman bin auf sudah tidak asing lagi. Tentang keberangkatannya hijrah tanpa membawa bekal harta sedikit pun. Sesampainya ia ke madinah, yang pertama kali ia tanyakan adalah letak pasar. Kemudian ia memulai bekerja menjadi kuli panggul, selanjutnya penghasilannya dijadikan modal. Tak lama, ia memulai bisnis dengan modal yang telah ia kumpulkan, hingga akhirnya menjadi saudagar kaya raya. Bahkan gambarannya telah diungkapkan Rasul “Hanya pada tangan Abdurrahman bin auf lah, pasir berubah menjadi emas

Sahabat yang pernah mengimami Rasul ini, juga merupakan satu dari enam yang menentukan khalifah setelah umar bin khatab.

***

Ketika itu, datang seorang lelaki ke madinah, ia bertanya bahwa ia hendak membeli kuda yang kuat dan cepat. Kemudian warga mengatakan “Tidak akan ada kuda yang hendak kau cari, melainkan ada pada Abdurrahman bin auf”.

Ia pun kemudian pergi menuju tempat Abdurahman bin auf. Di sana, Ia temui banyak orang yang sedang melihat-lihat kuda. Ia pun melihat seseorang yang sedang mengumpulkan bubuk gandum. Ia pun menghampiri orang tersebut. “di manakah saya bisa membeli kuda?” Tanyanya kepada orang yang sedang mengumpulkan gandum. Pengumpul gandum tersebut menyatakan “di sana!” Sambil menunjuk ke satu tempat.

Ia pun pergi ke tempat itu dan ditemui lah seorang penjaga, dan bertanya “saya ingin membeli kuda”. Si penjaga menjawab “boleh.. semua kuda boleh kau beli, kecuali yang satu ini”. Jika orang itu (menunjuk ke pengumpul gandum tadi) mengijinkan untuk dijual, anda boleh membelinya. Jika ingin membelinya tanyakan saja pada pemiliknya ; Abdurrahman bin auf.

Pada awalnya si calon pembeli ini belum mengetahui, jika si pengumpul gandum yang ia tanya adalah seorang saudagar kaya ; Abdurrahman bin auf. Karena tertarik dengan kuda yang satu itu, si calon pembeli kemudian menghampiri Abdurahman bin auf.

Orang itu pun berkata kepada Abdurahman bin auf “anda ini orang kaya, kenapa anda menumpulkan gandum di sini. Anda bisa menyuruh orang lain atau membeli lagi”.

Abdurahman bin auf menjawab “karena saya menjaga harta yang kecil ini lah, sehingga saya menjadi kaya raya seperti saat ini”

Sontak si pembeli pun merasa malu dengan ungkapannya.

***

Dalam aktivitas bisnis, tidak sedikit orang yang membiarkan hal-hal sederhana dibiarkan begitu saja tanpa diperhitungkan, bahkan diacuhkan. Padahal kisah sukses orang-orang yang berhasil dengan bisnisnya, telah mengajarkan bahwa apapun itu, semua tidak boleh dianggap sepele.

Khususnya bagi seorang pengusaha muslim, ia harus tetap memperhitungkan dengan baik hal-hal yang kecil. Karena kelak Allah akan menghisab sekecil apapun yang ada pada tangan kita. Maka, menyepelekan hal kecil adalah hal terlarang bagi seorang pengusaha muslim.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Lahir di Bandung 21 September. Anak ke empat dari enam bersaudara; Amal, Maruf, Hodam wijaya, Gigin Ginanjar, Wiguna Syukur Ilahi. Inilah keenam lelaki yang selalu disebut-sebut dalam doa orang tua itu. Doa kesuksesan untuk masa depan. Mereka adalah anak sejarah yang akan menggoreskan tinta di lembaran sejarah peradaban sebari penguak dinding sejarah. Semoga menjadi pemimpin di negeri sarat nestapa ini. Lahir dari pasangan Solihat dan Adeng. Setelah menyelesaikan studi S1 program studi perbankan syariah, STEI SEBI, Depok. Kini aktivitas melanjutkan studi di STIS Nurul Fikri, Lembang jurusan siyasah syariah. Mulai mencoba menulis setelah lulus dari SMA, meskipun saya tidak tahu apa yang saya tulis. Beberapa karyanya diantaranya adalah Buku Belajar merawat indonesia, serial kepemimpinan alternatif (Bersama beastudi etos DD), Buku Talk Less Do More (SEBI Publishing), Paper Model agricultural Banking, Paper Peran LPZ dalam pengembangan ekonomi umat di Indonesia, Buku Catatan sang surya (Bersama Komunitas MOZAIK Sastra)

Lihat Juga

Imigran Muslim, Akankah Mengubah Wajah Barat di Masa Depan?

Figure
Organization