Home / Bayu Bondan

Bayu Bondan

Bayu Bondan adalah nama pena dari penulis berkacamata ini. Setelah 4 tahun berguru kepada maestro angka, Alhamdulillah saya berhasil merengkuh toga gagah di kepala dan telah bekerja sebagai PNS di daerah Jakarta Pusat. Di sela-sela kesibukan aktivitas sehari-hari, saya mulai sedikit berpaling dari angka dan mencoba berteman dengan aksara. Biarkan saja pena menari dan lihat saja hasilnya nanti.

Ketika Cintaku Buatmu

Aku memang mencintai dunia literasi, namun aku lebih mencintai keluargaku. Terlebih cintaku kepada Mas Azzam, kakak semata wayang yang paling kusayang. Laptop bagiku memang penting, namun sepeda motor bagi Mas Azzam jauh lebih penting. Oleh karena itu, kutunda keinginanku untuk membeli laptop sementara waktu.

Baca selengkapnya »

Tentang Satu Rindu

Ilustrasi. (Foto: rawmavy.deviantart.com)

Kulihat Bapak berdiri agak maju di tepi pembatas lantai dua supaya bisa melihatku dengan lebih jelas. Namun, aku melihat Bapak tidak sendirian di sana. Di sebelahnya seperti ada sesosok perempuan yang menemaninya. Sosok perempuan yang tidak asing bagiku. Sosok perempuan yang telah kukenal begitu lama. Sosok perempuan yang selalu mengingatkanku tentang satu rindu. Ibu! Ya, aku melihat sosok Ibu yang sedang berdiri mendampingi Bapak. Ibu lantas melemparkan senyum kepadaku. Senyum ketulusan yang sama dengan senyum terakhir yang kulihat di bandara. Secara refleks kubalas senyumannya sembari berjanji di dalam hati.

Baca selengkapnya »

Pelajaran Kehidupan

Aku juga tak kuasa menahan haru dan rasa senang yang membuncah di dada. Aku memutuskan untuk mengambil jurusan Pendidikan Matematika dan bercita-cita menjadi guru Matematika yang hebat seperti Bu Aisyah. Beliau bukan hanya sekedar memberikan pelajaran Matematika tetapi juga pelajaran tentang kehidupan. Perjuangan yang dilakukannya tidak mengharapkan pamrih. Cukuplah kesuksesan anak didiknya menjadi hadiah paling berharga bagi pengabdiannya sebagai seorang guru. Terima kasih Bu Aisyah. Tunggulah aku dan akan kulanjutkan perjuanganmu.

Baca selengkapnya »

Merangkai Mimpi

Apa yang baik bagi kita, belum tentu baik bagi Allah. Namun, apa yang baik bagi Allah, sudah tentu baik bagi kita. Allah telah menyiapkan skenario yang terbaik bagi kita. Skenario yang harus kita mainkan dalam setiap episode kehidupan. Jika kita merasa terjatuh dalam salah satu episode kehidupan, maka jangan langsung menyerah kalah. Bangkitlah untuk kembali merangkai mimpi indah. Jika kita merasa lelah, maka berhentilah sejenak. Kumpulkan semangat baru untuk kembali bergerak. Bermimpilah!

Baca selengkapnya »

Curhat si Kali Bening

“Apakah nama kali ini, Tuan?” tanya orang kampung pelan “Ini adalah Kali Bening,” jawab Tuan Metropolitan “Hah? Kalau beningnya saja warnanya seperti ini, bagaimana keruhnya?” “Maaf! Sepertinya konsep kita mengenai kata ‘bening’ memang berbeda.”

Baca selengkapnya »

Ayo Kita Shalat!

Shalat itu dapat mencegah perbuatan keji dan munkar, jika shalat kita dilakukan dengan benar dan penuh keikhlasan. Masih dikatakan belum sempurna ibadahnya jika kita rajin shalat, tetapi kelakuan kita masih begajulan tidak karuan. Begitupun yang terjadi sebaliknya. Masih dikatakan belum sempurna ibadahnya jika kita berkelakuan baik, tetapi tidak pernah shalat. “Ayo, kita shalat!”

Baca selengkapnya »

Menghitung Hujan

Jika hujan adalah sebuah bilangan, Maka, tak ada salahnya menghitung hujan, Dalam seutas limit yang tak berhingga, Berbalut rinai syahdu metode penuh cinta. Celupak Desember t’lah datang menjelang, Membawa hujan yang berkah tak berkurang, Dalam riak mendung senandung awan, Meretas kelindan asa menghitung hujan.

Baca selengkapnya »

Renungan Dalam Canda

Malam hari selepas Isya merupakan waktu khusus bagi Ihsan dan Amir untuk bercengkerama dengan Al-Quran. Yup, sepekan lima kali mereka berdua akan belajar mengaji di rumah Ustadz Salman bersama beberapa pemuda desa lainnya. Meskipun sudah duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), Ihsan dan Amir merasa masih harus banyak belajar tentang Al-Quran.

Baca selengkapnya »