Home / Ale Ikhwan Jumali

Ale Ikhwan Jumali

Single fighter yang ayah-able | Petani Muda Berdasi | Wirausahawan | Pusat Al-Qur'an Terpadu | Barkasmal Jogja

Tetaplah Bersama Jamaah

Ikhwahfillah yang masih terjaga dalam jamaah, bertahanlah! Dengan kesabaran yang baik lagi, dengan kesabaran yang panjang lagi. Jika masih terpikir untuk kecewa dan ingin berhenti, periksa lagi hati. Kapan terakhir shalat jamaah lima waktu sehari? Kapan terakhir target tilawah harian terpenuhi? Kapan terakhir istirahat di dalam shalat malam menjadi destinasi? Kapan terakhir berdiri berlama lama di sepertiga malam yang akhir, kemudian bermunajat dengan segala hajat? Ayo berbenah lagi.

Baca selengkapnya »

Sepotong Diary Seorang Ikhwan

Sebenarnya ada beberapa alasan kenapa akhwat memasang foto diri dalam profil sosial media, mulai dari identitas personal sampai ranah profesional. Bagaimana dalam pandangan syari’ahnya? Sumpah gue kagak paham, gue cuma mau bilang, kadang gambar tak bergerak itu begitu kuatnya mencipta rasa. Di satu sisi, kenapa kalau yang ikhwan begitu banyak yang menggunakan foto diri? Sebagaimana gue bilang diawal, dimensi cinta dan ketertarikan perempuan itu pada pensifatan. Maka beberapa akhwat dengan mudahnya lumer lemah lunglai tak berdaya oleh ikhwan dengan kualifikasi sifat para aktivis dan pegiat dakwah yang begini dan begitu.

Baca selengkapnya »

Menjadi Kecoa di Jalan Dakwah

Hari ini kita kembali terbangunkan dari kemalasan kita, dari lemahnya azzam kita, dari kecilnya kontribusi kita. Kita harus mulai belajar lagi kepada kecoa. Berkontribusi sepenuh tenaga. Mengedepankan agenda-agenda dakwah dari yang selainnya. Memprioritaskan alokasi tenaga secara khusus untuk perjuangan di jalan dakwah ini. Bukan dari energi dan waktu waktu sisa. Mari menjadi kecoa di jalan dakwah ini. Yang mati dalam medan kontribusi. Derajat syahid Allah beri. Surga indah menanti.

Baca selengkapnya »

Menggertak Jiwa

Teringat tausiyah Ust Adian Husaini, bahwa Nabi Ibrahim As tetap sukses sabagai nabi, meskipun kalah oleh raja zalim bernama Namrud. Sedangkan Iblis yang sukses menipu Adam di surga, Al-Quran tidak menyebutnya sebagai pemenang. Keberhasilan dakwah tergantung pula dari seberapa kuat kita berperang melawan hawa nafsu dalam diri, seberapa mampu kita menggertak jiwa dan sanubari, membangkitkan semangat amal dan kontribusi, dengan keimanan pada Ilahi Rabbi. Yakin! Surga menanti.

Baca selengkapnya »

Ternyata…

Bagaimana kalau ternyata, Perhatian yang sampai ke kamu hari ini adalah perhatian yang dulunya pernah dibagi olehnya kepada orang lain sebelum kamu... Dan ternyata, Kamu pun sebelum hari ini juga sudah terlalu banyak mendapatkan perhatian dari orang lain sebelum dia...

Baca selengkapnya »

Hanya 50 Menit Saja

Sedemikian banyak waktu yang Allah berikan kepada kita, namun prioritas kesibukan yang akan menentukan kualitasnya. Sesuai dengan tingkat kesibukan kita masing-masing. Bukan tentang kesibukan kerja, belajar, sosial - bermasyarakat, dan lain sebagainya. Tapi kesibukan berkarib lekat dengan Sang Pencipta, Allah 'Azza wa Jalla. Kesibukan yang akan menjadikan seonggok daging ini mendapatkan kemuliaan di hadapan-Nya atau justru sebaliknya.

Baca selengkapnya »

Pemimpin yang Sesungguhnya

Pemimpin sejati, seseorang yang mau mengambil peran lebih banyak dari yang lain. Dia tidak harus menjadi apapun. Tapi di satu sisi dia juga siap untuk menjadi apapun, siap melakukan apapun. Karena semua amal yang dia emban sebagai amanah diyakininya akan menjadi sarana untuk mendapatkan surga. Dia tidak berkeinginan untuk melakukan banyak hal, tapi dia bertekad melakukan yang terbaik yang dia mampu.

Baca selengkapnya »

Surat Cinta untuk Golongan Putih

Siapa yang akan mengatur lokalisasi dan minuman keras yang ada di mana-mana itu? Siapa yang mengawal segala perundangan dan tata hukum kenegaraan? Apakah engkau akan membiarkan kalau nantinya orang-orang jahat itu mengatur hajat hidup orang banyak semaunya? Termasuk hajat hidup kita, keluarga kita dan keturunan kita nantinya? Apakah engkau rela jika nantinya perlahan-lahan negeri ini menjadi tak layak untuk dihuni lagi?

Baca selengkapnya »