Home / Adit Purana

Adit Purana

Seorang warga dari pinggir Kota Bandung yang gemar jalan-jalan menelusuri hiruk-pikuk kehidupan di negeri ini, terutama sisi lain kehidupan pinggiran yang jauh dari popularitas. Selalu tertarik dengan tema “Kesederhanaan” dan “Kebersahajaan”. Penikmat Bus DAMRI yang suka naik angkot. Setelah merampungkan sekolah Psikologi jenjang S-1, melanjutkan studi untuk bidang yang lebih spesifik: Magister Psikologi Sosial. Menjalani keseharian dengan beraktivitas di bidang sosial melalui forum-forum, komunitas, dan tim kecil.

Sujud Terakhir

Langit masih gelap dan hawanya masih sangat dingin, walaupun cerah. Orang-orang yang shalat di masjid baru saja selesai shalat shubuh berjamaah. Tidak seperti biasanya, telepon rumah berbunyi saat hari masih menyongsong fajar. Ibu pun segera ke ruang tengah untuk menjawab panggilan telepon itu. Rasanya aneh, kok ada gitu ya yang menelpon sepagi ini? Dari ruang tengah, terdengar suara suara ibu, lirih, “Innalillahi..”

Baca selengkapnya »

Ibu dan Cinta yang Sederhana

Memasak untuk anak-anaknya dan menanti untuk makan bersama. Dua hal yang biasa, sederhana, dan mudah untuk ibu. Dilakukannya setiap hari untuk keluarganya. Meski anak seringkali tidak menyadarinya, ibu masih saja ingat dan tak pernah berhenti berharap untuk bisa menikmati hidup bersama anak-anaknya. Begitulah ibu dengan cintanya yang sederhana.

Baca selengkapnya »

Manis dalam Kata, Pahit dalam Amal

Suatu siang, cuaca yang agak mendung, dan jam kuliah yang baru selesai. Jarum pendek pada jam dinding menunjukkan pukul 11, sedangkan jarum panjangnya hampir berpapasan dengan angka 2. Ada jeda yang cukup untuk rehat, bermunajat kepada-Nya, dan mengisi perut, sebelum tepat pukul 13.00 kami kembali punya kewajiban di kelas.

Baca selengkapnya »

Keteguhan Hati Seorang Kakek Renta

Kakek ini berbeda. Beliau bukan sekadar mengusahakan untuk ikut shalat berjamaah kloter pertama, tapi juga mengusahakan shalat sunnahnya (rawatib). Padahal untuk berdiri takbiratul ihram saja posturnya tampak seperti setengah rukuk. Saya yang memperhatikannya, tak mampu membayangkan bagaimana rasanya menyempurnakan gerakan-gerakan shalat dengan keadaan tubuh yang sedemikian rapuhnya.

Baca selengkapnya »

Memahami Kehendak-Nya

Seperti biasa, tiap pergantian jam pelajaran adalah saat-saat yang selalu saya nantikan selain jam istirahat dan saat-saat guru sedang tidak ada di kelas. Saya menganggap waktu-waktu tersebut sebagai waktu ‘emas’, karena saat-saat seperti itulah yang biasa saya manfaatkan untuk berjualan.

Baca selengkapnya »

Istimewanya Jum’at

Hari Jum'at rasanya istimewa bila dibandingkan dengan hari-hari lainnya. Kalau buat saya sih demikian, tak tahu kalau menurut orang lain.Akhir-akhir ini, saya seringkali shalat Jum’at di masjid Nurul Jamil, sebuah masjid yang ada di daerah Dago atas. Letaknya tak jauh dari Dago Tea House. Tepatnya di sebuah area perumahan. Masjid ini punya halaman yang lumayan luas, dan sebagiannya adalah tempat parkir kendaraan.

Baca selengkapnya »

Pahlawan Kebersihan

Apa yang membuat lingkungan sekitar di negeri ini banyak sampahnya? Mungkin ada banyak jawaban. Ada yang mengatakan karena budaya bersih yang sudah luntur di negeri ini, ketidakpedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, pemahaman tentang pentingnya kebersihan, malas bersih-bersih (nyapu, beres-beres, dan lain-lain), dan masih banyak lagi alasan lainnya.

Baca selengkapnya »
Organization