Home / Berita / Nasional / Cina Masih Jadi Sumber Impor Nonmigas Pemerintah

Cina Masih Jadi Sumber Impor Nonmigas Pemerintah

Buah Impor
ilustrasi kontainer (tempo.co)

dakwatuna.com – Jakarta. Cina masih menjadi negara asal impor nonmigas terbesar bagi Indonesia dengan nilai USD10,42 miliar dalam tiga bulan pertama tahun 2019.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai tersebut merupakan 29,01 persen dari total impor nonmigas Indonesia dalam tiga bulan yang senilai USD35,92 miliar. Sementara total impor Indonesia dalam tiga bulan pertama sebesar USD40,7 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan negara asal impor nonmigas terbesar kedua adalah Jepang dengan porsi 11,05 persen setara dengan USD3,97 miliar.

“Thailand menjadi negara asal impor nonmigas terbesar ketiga dengan nilai USD2,42 miliar,” ujar dia dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (15/04/2019).

Sementara itu, Suhariyanto menambahkan total impor tiga bulan pertama pada tahun ini yang senilai USD40,7 miliar lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu dengan nilai USD43,96 miliar.

Impor nonmigas terbesar adalah untuk barang-barang mesin dan pesawat mekanik dengan porsi 18,16 persen atau senilai USD6,52 miliar dan mesin/peralatan listrik dengan porsi 12,27 persen senilai USD4,41 miliar.

“Dari total impor tersebut masih didominasi bahan baku/penolong dengan porsi 75,13 persen,” jelas Suhariyanto.

Suhariyanto menjabarkan nilai impor bahan baku/penolong dalam tiga bulan pertama tahun ini sebesar USD30,58 miliar, atau lebih rendah 7,27 persen dari periode yang sama tahun lalu dengan nilai USD32,98 miliar.

Kemudian impor bahan modal dalam tiga bulan pertama tahun ini sebesar USD6,74 miliar atau turun 4,17 persen dari periode yang sama tahun lalu dengan nilai USD7,04 miliar dan memiliki andil 16,57 persen dari total impor.

Dia menambahkan impor barang konsumsi pada tiga bulan pertama tahun ini sebesar USD3,38 miliar atau lebih rendah 14,31 persen dari tahun lalu yang senilai USD3,94 miliar dan berkontribusi 8,3 persen terhadap total impor dalam tiga bulan pertama tahun ini. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Referendum Mesir, Cara As-Sisi Untuk Berkuasa Hingga 2030

Organization