Home / Berita / Internasional / Asia / PM Pakistan Janji Seret Penistaan Agama Islam ke PBB

PM Pakistan Janji Seret Penistaan Agama Islam ke PBB

PM Pakistan Imran Khan. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Islamabad. Perdana Menteri Pakista yang baru, Imran Khan, berjanji akan mengangkat isu penistaan agama Islam ke PBB. Menurutnya, dunia harus sama dalam memperlakukan penista agama Islam dan penyangkal Holocaust.

Hal itu disampaikan Khan dalam pidato pertamanya di hadapan Senat, Senin (27/08) kemarin. Pernyataannya tersebut sebagai protes keras tindakan anggota parlemen Belanda yang menggelar lomba kartun Nabi Muhammad saw.

Khan menambahkan, pemerintahannya juga akan mengangkat isu tentang penistaan agama Islam ke Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang berisi 57 negara. Hal itu dilakukan agar ada langkah kolektif yang mungkin dibawa ke forum internasional.

Pengangkatan isu tersebut ke PBB harus selesai dalam beberapa tahun, imbuhnya. Ia juga mengutip contoh negara-negara yang menjatuhkan hukuman atas penyangkalan Holocaust.

Menurutnya, sejumlah negara menjatuhkan hukuman penjara bagi penyangkal Holocaust.

“Karena mereka tahu bahwa itu (penyangkalan) berbahaya bagi perasaan komunitas Yahudi. Kita perlu perlakuan yang sama sehingga orang-orang tidak menyakiti perasaan Muslim lagi dan lagi.”

Negara-negara Eropa memang mengkategorikan penyangkalan Holocaust sebagai tindak pidana. Holocaust sendiri merupakan pembantaian yang dilakukan Nazi Jerman kepada bangsa Yahudi selama Perang Dunia II silam.

Sebelumnya, Politisi anti-Islam Belanda, Geert Wilders mengadakan kompetisi kartun Nabi Muhammad saw. di kantor parlementer partainya.

Partai Kebebasan (PVV) mengatakan, kompetisi ini telah disetujui oleh badan kontra-terorisme negara. PVV – partai Geert Wilders bernaung – juga pernah menyerukan pelarangan Al-Quran di Belanda.

Menurut pantauan Dakwatuna (19/06), Wilders juga mengunggah pamflet kompetisi di akun instagram pribadinya. Ia mengatakan, “Muhammad masuk parlemen. Untuk pertama kalinya, kompetisi kartun Muhammad akan digelar oleh gedung parlementer.”

“Aku akan mengumumkan tanggalnya dengan segera. Silahkan kirim kartun Anda ke: [email protected],” imbuhnya. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Meski Kalah, Ternyata 64 Persen Warga Israel Ingin Operasi Militer di Gaza Lanjut